Mimpi 20 Tahun Yang Akan Terwujud : Tol Batang - Semarang Segera Tersambung

Peta Penanganan Jalan Tol Trans Jawa [foto : ksp.go.id]
Jalan Tol Batang-Semarang terbentang sepanjang 75 kilometer. Menghubungkan Kabupaten Batang dengan Semarang, Jawa Tengah. Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Ruas Jalan Tol Batang-Semarang semula dipegang oleh BUJT PT Marga Setia Puritama yang dimiliki oleh PT Intsia Persada Permai sebesar 40%, PT Banyuwen Permatasari 55%, dan PT Karya Terampil Mandiri 5%. Kemudian pada 2008, PT Bakrie Toll Road mengambil alih 65% kepemilikan saham dari PT Marga Setia Puritama namun keluar dan melepas seluruh sahamnya pada 2011.

Namun konsesi atau hak pengelolaan atas ruas tol Batang-Semarang dicabut dari PT Marga Setia Purnama karena investor dianggap sudah lalai dalam memberikan jaminan tanda komitmen mereka untuk melanjutkan proyek yang sudah mangkrak bertahun-tahun.

Jalan tol ini kemudian dilelang ulang dan dimenangkan oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Waskita Toll Road serta PT Bangun Tjipta Sarana. Proyek tol ini dimulai pembangunannya dengan ground breaking oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Juni 2016.

Pembangunan jalan tol ini terbagi menjadi 5 seksi; Seksi I, awal proyek - Batang Timur (3,2 km), Seksi II, Batang Timur - Weleri (36,35 km), Seksi III, Weleri - Kendal (11,05 km), Seksi IV, Kendal - Kaliwungu (13,5 km) dan Seksi V, Kaliwungu - Krapyak (10,9 km).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) terus mengakselerasi pembangunan ruas Tol Batang-Semarang. Ruas tersebut ditargetkan dapat digunakan secara fungsional pada Juli 2017.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Batang kemarin, Presiden Joko Widodo berharap proses penyelesaian pembangunan ruas jalan tol tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan menargetkan pada lebaran nanti jalur tersebut sudah dapat dilalui.

Peningkatkan perekonomian negara tidak terlepas dari kebutuhan infrastruktur. Jalan tol sebagai infrastruktur transportasi berfungsi untuk memudahkan para pengguna kendaraan roda empat atau lebih dalam perjalanan, menjadi sangat penting untuk Indonesia. Konektivitas memang menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan ekonomi. Kehadiran jalan tol diharapkan memberikan dampak yang besar dalam perputaran komoditas, sehingga dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.Dan ditilik dari sisi biaya logistik, tol darat diharapkan memangkas biaya logistik di tanah air yang saat ini masih dikisaran 24% dari PDB. Angka itu masih lebih tinggi dibandingkan Negara lain seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam. (NoviEka)

Bagikan ke Jejaring Sosial