Mahasiswa STP Bandung Tertarik Riset Kepariwisataan di Batang

Kabid Litbang Bappelitbang, Heru Wibowo, S.Sos, MM bersama empat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STP) Bandung yang tertarik melaksanakan riset kepariwisataan di Batang.
Batang - Empat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (STP) Bandung tertarik melaksanakan riset kepariwisataan di Batang. Mereka adalah Suci Nurhayati, Rizki Mastawati, Aulia Nurul Walida, dan Yesi Pandu Pratama Wibowo DC Keempatnya berasal dari Semarang, Cimahi, Jakarta dan Makassar.

Saat ditemui Kabid Litbang Bappelitbang, Heru Wibowo, S.Sos, MM mereka menjelaskan alasan melakukan riset di Batang. Menurut mereka Batang saat ini sudah dikenal khalayak. Batang dengan potensi alam berupa pantai dan pegunungan ditambah letak lokasi ditengah jalur pantura Pulau Jawa dipandang sangat memungkinkan untuk memajukan sektor pariwisata.

Mereka sengaja melaksanakan riset untuk penyusunan skipsi dengan mengambil locus di Kabupaten Batang, bukan karena ploting dari kampus atau faktor lainnya.

“Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang strategis dan potensial untuk dikelola, dikembangkan, dan dipasarkan di Kabupaten Batang. Daya tarik wisata yang dimiliki adalah wisata alam seperti pantai, dataran rendah hingga daerah pegunungunan,” ungkap Rizki.

Walaupun berasal dari satu kampus, keempat mahasiswa tersebut mengambil tema berbeda. Antara lain Suci, mengambil tema tentang Ekonomi Pariwisata dan Rizki tema tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Pariwisata. Selain itu, ada pula Aulia yang mengambil tema tentang Pariwisata Kreatif yang locus nya di Kampung Batik Kalipucang. Berbeda dari lainnya, Yesi mencoba menggambarkan pariwisata Batang melalui Analisis Citra Satelit.

Penelitian akan dilaksanakan dua bulan mendatang mulai April hingga Juli. Kali ini hanya sekadar memproses perizinan. Langkah selanjutnya mahasiswa tersebut akan melaporkan kepada Dosen Pembimbingnya masing-masing. Heru dalam bincang ringannya juga ikut mempromosikan pariwisata yang ada di Batang, baik yang dikelola pemerintah, swasta maupun kelompok masyarakat. Tak lupa Kabid Litbang yang akrab dengan sapaan Heru Essos memberikan pengarahan kepada mahasiswa untuk menemui secara langsung Kepala Dinas Pariwisata.

“Tolong pak Kadin Pariwisata ditemui secara langsung. Saya yakin beliau akan sangat senang. Beliau pernah ingin melakukan riset kepariwisataan. Lha ini kok malah ada yang membantu,” kata Heru.

Kabid Litbang juga menyatakan turut bahagia dengan adanya mahasiswa dari kota lain yang melakukan riset didaerahnya. Apalagi terkait pariwisata Batang yang memang sedang gencar digalakkan sebagai salah satu PAD Kabupaten Batang. Harapannya keempat mahasiswa tersebut segera terjun ke lapangan dan menyampaikan hasilnya kepada Pemkab Batang. Hasil dari riset tersebut nantinya dapat dijadikan rujukan dalam menyusun perencanaan kebijakan dibidang pariwisata. (Tyo)

Bagikan ke Jejaring Sosial