Hadapi Kurikulum 2103, 1.288 Guru Akan Ikuti Bintek

Kurikulum 2013 (K-13) mulai diterapkan oleh pemerintah pusat untuk menggantikan Kurikulum 2006. Namun K-13 di Kabupaten Batang baru diterapkan di 40 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Rahmat Nurul Fadilah saat ditemui di kantornya Kamis (18/5).

"Penerapan kurikulum 2013 belum bisa semua SMP melaksanakan karena harus ada SK pelaksanaan dari Kementrian Pendidikan dan berdasarkan kuota". Kata Rahmat Nurul Fadilah.

Di Kabupaten Batang pada tahun 2016, K-13 sudah dilaksanakan oleh 13 SMP, sedangkan tahun 2017 ada tambahan kuota 17 sehingga menjadi 40 SMP (60 %) dari total 70 SMP Negeri dan Swasta yang ada. "Tahun ini 40 SMP semoga tahun berikutnya kuotanya mencapai 30 sehingga semua SMP bisa melaksanakan K-13," harap Kepala Disdikbud Kabupaten Batang.

Namun semua tergantung dari pemerintah pusat, terutama Kementerian Pendidikan dalam penentuan kuota atau target penerapan K-13. "Pengalaman yang sudah kasihan ketika di ujikan, karena sekolah yang melaksanakan K-13 maupun KTSP materi ujianya dari K-13 dengan pelaksana dan materi ujian yang harus sama akan berdampak pada bagia hasil ujianya," jelas Rahmat Nurul Fadillah.

Kasi kurikulum SMP, Endang Pujiastuti yang mendampingi Kepala Disdikbud menyampaikan bahwa K-13 merupakan hal yang baru sehingga banyak pihak guru atau pendidik yang belum mau menerapkannya karena merasa kesulitan. "Kurikulum 2013 jangan dijadikan momok oleh guru, ini hal yang belum terbiasa seperti halnya KTSP dulu, kalau sudah jalan ya nyaman-nyaman saja," jelas Endang Pujiastuti.

Endang Pujiastuti juga meminta kepada guru untuk tidak resah dengan penerapan K-13 karena akan ada bimbingan teknis atau pelatihan. "Untuk tahun ini ada 1288 guru yang akan mengikuti bimbingan teknis atau pelatihan yang akan dilaksanakan 29 Mei mendatang selama enam hari yang di bagi dua gelombang," jelasnya.

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Sedangkan mata pelajaran yang wajib diajarkan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Prakarya (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan), Bahasa Daerah, Bahasa Asing sesuai dengan kebijakan sekolah.

Tim Reportase :
Rilis : Edo Solihun
Editor : Lukman Hadi Lukito

Bagikan ke Jejaring Sosial