Era Baru Agribisnis di Batang : Bupati Panen Krisan di Desa Wonobodro

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo bersama Ibu panen perdana bunga krisan [Foto : Novi]
Tanaman hias, mencakup semua tanaman yang memiliki bentuk dan kesan indah yang sengaja di tanam dengan maksud dan tujuan tertentu. Pemanfaatan tanaman hias tidak hanya terpaku pada bunga saja, tapi juga mencakup seluruh bagian tanaman tersebut dapat menjadi faktor keindahan tanaman hias. Bukan hanya menambah unsur keindahan, tapi juga dapat menjadi peluang usaha.

Kondisi geografis dan iklim Kabupaten Batang khususnya di wilayah selatan sangat mendukung untuk budidaya tanaman hias. Tanaman hias dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara rendah.

Bappeda Kabupaten Batang, dalam hal ini dimotori Bidang Ekonomi, menjadi leading sektor bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang (sarana dan prasarana) serta BP2KP Kabupaten Batang (bimbingan dan penyuluhan) dalam upaya rintisan budidaya tanaman hias di Desa Wonobodro dan Keteleng Kecamatan Blado Kabupaten Batang dengan Kelompok Wanita Tani “Tani Makmur”sebagai binaan.

Uji coba dilakukan dengan menanam beberapa jenis bunga krisan. Diantaranya jenis krisan Merahayani, Solinda Pelangi, dan beberapa lainnya.Uji coba ini ternyata berhasil dilakukan, bibit-bibit dapat tumbuh dengan baik seperti yang diharapkan. Dengan umur panen 3 bulan, Krisan di Wonobodro yang ditanam pada 14 September 2016 dapat dipanen pada hari ini.

Menjadi viral di media sosial, lokasi tanaman krisan menjadi semakin ramai dikunjungi tidak hanya dari masyarakat Batang sendiri, tetapi juga dari masyarakat dari kabupaten tetangga. Lokasi ini dijadikan objek foto oleh pengunjung. Lebih dari 10 ribu masyarakat mengunjungi di taman bunga krisan ini pada saat liburan kemarin. Hal ini tentu saja sangat membanggakan, Kabupaten Batang menjadi dikenal dan mulai dilirik para pengusaha florist diluar sana.

Pada acara panen perdana budidaya krisan hari ini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo yang di dampingi istri, sangat mengapresiasi ide kreatif tersebut. Dalam sambutannya Bupati mengatakan, ide, inisiatif, dan inovatif seperti ini sangat dibutuhkan dalam pembangunan Batang. Diluar ekspektasi, ide awal budidaya krisan adalah untuk meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani, namun lokasi uji coba budi daya tanaman krisan ternyata menjadi objek agrowisata baru yg turut menambah pendapatan masyarakat sekitar. Bupati berharap agar kedepan usaha ini dapat terus dikembangkan dan menjadi lebih besar lagi dengan pengembangan tanaman-tanaman hias lainnya. [Novieka]
Lihat Berita Foto dari Berita ini

Bagikan ke Jejaring Sosial