PAUD & Kiprah Nyata Ibu Yoyok Riyo Sudibyo Mempersiapkan Generasi Emas di Kab. Batang

Ibu Yoyok Riyo Sudibyo memberikan motivasi kepada murid PAUD
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan anak, sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Secara teoritis anak usia dini berada dalam masa keemasan (the golden age), dimana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Pada masa inilah terjadi pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis sehingga anak siap merespon setiap stimulasi dari lingkungan dan berbagai upaya pendidikan.Dengan fenomena tersebut dibutuhkan kecerdasan interpersonal untuk menghadapi permasalahan, karena kecerdasan interpersonal harus dikembangkan sejak kecil khususnya pada anak usia dini.

Untuk mengukur tahap kecerdasan manusia, yaitu berdasarkan ujian IQ, Dr. Howard Gardner telah mengemukakan 8 jenis kecerdasan yang berbeda sebagai satu cara untuk mengukur potensi kecerdasan manusia, kanak-kanak dan dewasa. Kecerdasan-kecerdasan yang telah dikenal pasti adalah seperti berikut : kecerdasan linguistik, kecerdasan naturalist, kecerdasan matematik, kecerdasan spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal.

Program Pendidikan Anak Usia Dini memiliki fungsi untuk memperkenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak, mengenalkan anak dengan lingkungan, menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik, mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, mengembangkan keterampilan, kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki anak, menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar. Adapun tujuannya untuk membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, kognitif, bahasa, fisik atau motorik, kemandirian dan seni untuk memasuki pendidikan dasar.

Layanan pendidikan untuk usia dini tersebut dapat berupa pendidikan formal, informal maupun nonformal.

Khusus untuk pendidikan formal adalah dalam bentuk lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada periode kepemimpinan Bupati Yoyok Riyo Sudibyo yang dimulai tahun 2012 hingga saat ini terus mengalami peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas. Sarana dan prasarana penunjang program PAUD terus ditingkatkan. Hal ini tidak terlepas dari peran Bunda PAUD Kabupaten Batang yang dijabat oleh Ibu Budi Prasetyowati Yoyok Riyo Sudibyo berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan dan memajukan program PAUD di daerah ini.

Konsistensi dan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Batang dalam mendukung, meningkatkan dan mengembangkan program dan kegiatan PAUD diwujudkan dalam bentuk alokasi anggaran yang terus meningkat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk sektor pendidikan anak usia dini yang di tahun 2012 sebesar Rp Rp 1.286.144.388 menjadi Rp2.495.190.000 pada tahun 2016.

Disamping hal tersebut, kiprah Bunda PAUD Batang jaga mempunyai andil besar yaitu turun langsung ke lapangan sebagai bentuk kepedulian, pemantauan proses pengajaran dan sekaligus menganalisa peningkatan, capaian dan juga kebutuhan-kebutuhan PAUD yang belum terpenuhi serta peningkatan kualitas PAUD.

Kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari siswa/i PAUD, kalangan pengajar dan wali murid, menjadikan penyemangat bagi mereka untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan PAUD mereka, dan berdampak positif bagi kelembagaan PAUD di Kabupaten Batang secara meyeluruh.

Berdasarkan data pokok pendidikan 2012-2015, Angka Partisipasi Kasar PAUD Kabupaten Batang terus mengalami peningkatan. Data pokok tahun 2012-2013 Angka Partisipasi Kasar PAUD nonformal adalah sebesar 15,33 dan APK PAUD formal 73,80. Untuk data tahun 2014 APK PAUD nonformal sebesar 16,15 dan APK PAUD formal 78,16. Dan menurut data APK tahun 2015, PAUD nonformal sebesar 17,55 dan PAUD formal 75,38.

Program pendidikan anak usia dini di Kabupaten Batang juga mendapat perhatian dari lembaga terkait. Pada tahun 2015 Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berancana dan Badan Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (BPPKB) Kabupaten Batang menandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama untuk Pengembangan Pembangunan Keluarga Berwawasan Kependudukan dalam rangka Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. Dan Perjanjian Kerjasama antara BPPKB Kabupaten Batang dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dalam hal Pengembangan Anak Usia Dini Holistikā€“Integratif Melalui Program Bina Keluarga Balita.

Program Satu Desa Satu Lembaga PAUD merupakan kebijakan Kemdikbud yang sudah menjadi gerakan nasional untuk mencapai target penyediaan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Target tersebut tercantum dalam Agenda Pendidikan 2030 sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang salah satu targetnya seluruh anak-anak mendapatkan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) atau pendidikan pra-Sekolah Dasar (SD). Dengan memulai program satu desa satu PAUD tersebut, Kemdikbud juga membuat kebijakan anggaran dengan memberikan DAK (Dana Alokasi Khusus) berupa Bantuan Operasional PAUD (BOP) sebesar Rp. 600.000,-/tahun kepada 190.158 PAUD di seluruh Indonesia. BOP tersebut diprioritaskan untuk peserta didik PAUD usia 4-6 tahun. Ditambah bantuan alat permainan edukatif melalui dana dekonsentrasi dan meningkatkan mutu guru melalui diklat berjenjang.

Untuk Kabupaten Batang program satu desa satu lembaga PAUD ditandai dengan dibentuknya Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD yang didirikan disetiap kecamatan di Kabupaten Batang, tim gugus PAUD terakhir dibentuk kepengurusannya untuk tahun 2014-2017. Pusat Kerja Gugus (PKG) kecamatan ini dibentuk dalam upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik PAUD, dan untuk memudahkan koordinasi antar gugus PAUD dalam melaksanakan kegiatan pembinaan bagi seluruh anggotanya.

Pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian tersendiri dari Pemerintah daerah. Berdasarkan data capaian diklat berjenjang tingkat dasar per juli 2016, dari 963 orang jumlah pendidik PAUD di Kabupaten Batang, sebanyak 610 orang atau sekitar 63% telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) tingkat dasar.

Bercermin dari prosentase diklat di atas, Bunda PAUD Batang menginginkan tenaga-tenaga pendidik yang belum mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar harus mengikuti diklat tersebut sesegera mungkin di tahun mendatang, agar kualitas pendidik PAUD di Kabupaten Batang bisa sejajar dengan kualitas pengajar PAUD di kabupaten lainnya di Provinsi Jawa Tengah.

Guna mengapresiasi kreativitas AUD serta menggali kecerdasannya, apresiasi/lomba PAUD di Kabupaten Batang diadakan dalam bentuk Festival Gebyar PAUD.

Tahun 2016 pelaksanaan Festival Gebyar PAUD menjadi sedikit lebih unik karena dilaksanakan di halaman Rumah Dinas Bupati Batang. Hal ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan keberpihakan dari Bunda PAUD Batang

Kedepan peran masyarakat dan para pihak dalam mendukung kegiatan lembaga PAUD sangat diharapkan agar eksistensi dan kualitas lembaga PAUD dapat terus ditingkatkan guna mencetak generasi emas di masa mendatang. (Novieka)

Bagikan ke Jejaring Sosial