Kunjungan Kenegaraan ke India Hari Kedua di India, Presiden Jokowi Bertemu CEO India dan Masyarakat

 Memasuki hari kedua kunjungan kerja ke New Delhi, India, Presiden Joko Widodo pada Selasa, 13 Desember 2016, dijadwalkan akan memulai kegiatannya dengan melaksanakan collective call bersama 20 CEO India dan 5 CEO Indonesia di Ballroom, The Leela Palace Hotel.


Selanjutnya Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan menuju KBRI New Delhi guna melakukan ramah tamah sekaligus santap siang bersama masyarakat Indonesia yang bermukim di India.


Usai ramah tamah, Presiden Joko Widodo beserta rombongan diagendakan menuju Pangkalan Udara Palam, New Delhi, India, untuk lepas landas menuju Teheran, Iran, dengan menggunakan Pesawat Kepresiden Indonesia-1 sore nanti.


Di Teheran, Iran, Presiden Joko Widodo akan memulai kegiatannya esok hari.


Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana dalam kunjungan kerja kali ini sejumlah Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.


New Delhi, 13 Desember 2016

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden


Bey Machmudin                        

[14:15, 12/13/2016] +62 878-7608-8465: Presiden Jokowi Promosikan Peluang Kerja Sama Bisnis dengan Para CEO India


Di sela kunjungan kenegaraannya di India, Presiden Joko Widodo pagi ini, Selasa, 13 Desember 2016 melakukan pertemuan dengan para chief executive officer (CEO) India bertempat di Royal Ballroom, The Leela Palace Hotel, New Delhi. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia.


"Saat ini, mungkin saat yang menguntungkan dalam memanfaatkan momentum yang kuat antara Perdana Menteri Modi dan saya. Saat ini juga adalah waktu yang sangat tepat untuk menggali lebih banyak peluang di Indonesia," kata Presiden di depan 20 CEO dari India dan 5 CEO dari Indonesia.


Menurut Presiden, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, dinilai dapat mendorong pertumbuhan komunitas bisnis terutama di bidang perdagangan elektronik (e-commerce), pariwisata, dan manufaktur.


"Setelah dua tahun bekerja keras, mengimplementasikan perubahan, pertumbuhan produk domestik bruto kami stabil, dan sentimen investor cukup positif," ujarnya.


Lebih lanjut, Presiden Jokowi menambahkan, pemerintahannya telah berupaya merubah dan meningkatkan ekonomi Indonesia. Berbagai langkah telah ditempuh seperti melakukan reformasi subsidi bahan bakar minyak, deregulasi berbagai jenis peraturan dan perizinan, dan peluncuran kerja sama perdagangan bebas dengan Uni Eropa dan Australia.


"Dan tahun ini kita sudah meluncurkan program amnesti pajak, yang hanya baru lima bulan sejak diluncurkan sudah menjadi program amnesti pajak tersukses di dunia menurut Deutsche Bank," imbuhnya.


Adapun para CEO yang hadir dalam kesempatan tersebut bergerak di berbagai macam industri, antara lain di bidang teknologi, infrastruktur, farmasi dan kesehatan, dan otomotif. 


Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Duta Besar RI untuk India Rizal Wilmar Indrakesuma.


New Delhi, 13 Desember 2016

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden


Bey Machmudin

Bagikan ke Jejaring Sosial