TANAM POHON PECAHKAN REKOR DUNIA

Penanaman pohonsejumlah 238.000 batang dalam waktu 60 menit secara serentak pada satu tempatberhasil pecahkan rekor dunia (GuinnessWorld Records). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama yang terjalinantara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan sejumlah pihak sepertiPemerintah Daerah, Perhutani, serta Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau(KOPRABUH). Penanaman pohon serentak melibatkan 10.000 masyarakat tani,pelajar, mahasiswa, pramuka beserta tamu undangan dan masyarakat setempat. Timpenilai Guinness World Recordsmelakukan penganugerahan dan pencatatan Rekor Dunia kepada KOPRABUH sebagaiinisiator. Ajang pemecahan rekor dunia penanaman serentak merupakan rangkaianPeringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN)2016.

Puncak peringatan HMPIdan BMN 2016 dilaksanakan di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban,Jawa Timur. Acara ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dandihadiri Ibu Negara Iriana Widodo, para Menteri Kabinet Kerja, Pimpinan LembagaTinggi Negara, TNI, Polri, Duta Besar Negara Sahabat, United Nations for Environment Programme (UNEP), PemerintahProvinsi dan Kabupaten di Jawa Timur, pelajar/mahasiswa dan masyarakat sekitarlokasi. HMPI dan BMN menjadi momentum gerakan penanaman dan pemeliharaan pohonsecara kontinyu dan diharapkan dapat membudaya di kalangan masyarakat luas.

Tema yang diangkat padaHMPI dan BMN 2016 adalah “Pohon dan Hutan Rakyat, untuk Kehidupan,Kesejahteraan dan Devisa Negara”. Tema ini relevan dengan kondisi Indonesiayang tengah mendorong peningkatan nilai ekonomi (green economy) dalam pengelolaan hutan. Oleh karenanya, perlumelibatkan masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat guna memenuhi bahan bakuindustri dan kebutuhan lainnya. Hal ini mampu menggerakkan perekonomianmasyarakat di pedesaan berbasis kehutanan. Terkait hal ini, Kementerian LHKtengah mengembangkan program perhutanan sosial yang menerapkan pola bisniskoperasi dengan kapasitas manajemen korporasi. Makna penanaman pohon denganupaya peningkatan produktivitas dan ekonomi masyarakat bersama koperasi inimenjadi pembeda HMPI 2016 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, PresidenJokowi menyampaikan bahwa saat kita menanam pohon, berarti kita menanam doa danharapan untuk keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaikilingkungan, menanam juga harus memberikan manfaat langsung terhadapkesejahteraan masyarakat. Perlu dikembangkan sebuah model yang mampumengkorporasikan petani, nelayan dan koperasi. Dengan cara seperti itulah dalamskala besar diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yg lebih jelas.Pergerakan ekonomi kita pun akan semakin baik. “Program ini akan saya ikutiterus, kalau baik akan kita kembangkan di provinsi dan kabupaten kota lainnya,”tegas Jokowi.

HMPI 2016 juga eratkaitannya dengan andil Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim. Langkahmitigasi dengan penanaman pohon merupakan salah satu upaya mengurangi emisikarbon. Hal ini sejalan dengan tujuan utama ParisAgreement untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 20Catau sedapatnya menekan hingga 1,50C. “Kegiatan ini juga menunjukkanpada dunia bahwa Indonesia berperan signifikan dalam leading way penanganan perubahan iklim  pada Konferensi Perubahan Iklim Dunia, COP 22Maroko, 7-18 November yang lalu terkait aksi nyata pengendalian perubahaniklim.” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya saat menyampaikan laporan.

Total pohon yang ditanampada HMPI 2016 mencapai 238.000 batang terdiri dari 200.000 batang kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan 38.000batang jati (Tectona Grandis) padaareal seluas 23 hektar. Kaliandra merupakan jenis pohon berumur pendek yangdapat dipanen dalam 2 tahun. Biasanya digunakan sebagai bahan baku energi.Kaliandra memiliki manfaat lain melalui bunganya yang dikenal sebagai makananlebah madu yang produktif. Sementara, tanaman jati memiliki nilai ekonomitinggi dan mampu memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Kedua jenis pohonini ditanam berdampingan. Oleh karena itu, masyarakat dapat mengambil manfaatekonomi jangka pendek melalui kaliandra dan jangka panjang melalui jati.

Pada HMPI dan BMN 2016kali ini Menteri LHK Siti Nurbaya dengan didampingi Ketua KOPRABUH menyerahkanpenghargaan dan pemberian sertifikat adopsi pohon. Pada kesempatan ini jugaPresiden menyerahkan penghargaan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota pemenangLomba Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Tahun 2015. Untuk tingkat provinsi: JawaTimur, Aceh dan Sulawesi Utara; tingkat Kabupaten: Cilacap, Kuningan, danLampung Timur; tingkat kota: Cimahi, Metro Lampung, dan Balikpapan.

Pada 9 Mei 2015 lalu,telah disepakati bersama antara 8 Kementerian yaitu Kementerian Dalam Negeri,Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidupdan Kehutanan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Agraria danTata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Kementerian Desa, Pembangunan DaerahTertinggal dan Transmigrasi dalam rangka mendukung dan melaksanakan secaraterpadu Revitalisasi Gerakan Nasional-Kemitraan Penyelamatan Air. KesepakatanBersama ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi padaDaerah Aliran Sungai (DAS) yang dicapai melalui program pemerintah pusat dandaerah, pelibatan dunia usaha, dan peran serta masyarakat.

Pemerintah telahmenuangkan program penanaman dalam RPJMN tahun 2015-2019 pada lahan kritisseluas + 5,5 juta hektar dengan alokasi 1,25 juta ha/tahun. Untukmempercepat rehabilitasi ini, Kementerian LHK bekerjasama dengan sejumlahpihak. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian RisetTeknologi dan Perguruan Tinggi, setiap siswa setidaknya menanam lima pohon saatSD, lima pohon saat SMP, lima pohon saat SMA dan lima pohon untuk mahasiswaperguruan tinggi. Disamping itu, berdasarkan kesepahaman dengan KementerianAgama telah diatur agar setiap pasangan mempelai baru harus menanam lima batangpohon. Sehingga setiap orang menanam pohon setidaknya 25 batang pohon selamahidupnya.

Sudah saatnya semangatmenanam pohon tertanam dalam diri kita. Menanam pohon merupakan upayamenyelamatkan bumi, menjaga keanekaragaman hayati, menghemat dan menumbuhkanmata air baru serta memberikan oksigen bagi kehidupan.

(Biro Hubungan Masyarakat KLHKdan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo)

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Novrizal Tahar, HP: 0818432387

Bagikan ke Jejaring Sosial