Program KB Dulu Menjadi Contoh Negara Luar

Written by Bagian Humas dan Protokol on . Posted in berita

Foto : Bupati Yoyok Riyo Sudibyo bersama Forkopimda dan Narasumber menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada acara pembukaan. (humas)

(Batangkab.go.id) Mendengarkan lagu Indonesia Raya dan Mars KB membuat Bupati Yoyok Riyo Sudibyo terkenang akan masa kecilnya, saat dirinya melihat televisi yang menayangkan program pemerintah yang menjadi unggulan. Namun sekarang sudah tidak ada lagi layanan tayangan seperti itu. Televisi sekarang lebih banyak menayangkan sinetron, telenovela, berita kekarasan dan berita politik. Dulu Indonesia menjadi negara yang banyak dicontoh oleh negara lain, terkait tentang program pemerintah melalui tayangan televise, seperti program KB yang berhasil mengurangi angka kelahiran, dan pertanian dengan produksi pertanian yang meningkat.  

            Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Peningkatan Pembinaan Kualitas SDM Lini Lapangan dan Penguatan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ) se eks Karesidenan Pekalongan di Pendopo Kantor Bupati Batang, Rabu (27/2/2013).

            Terkait dengan kegiatan tersebut, Bupati mengharapkan, dengan semangat kebersamaan di mana perawat, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Bidan dan Dokter duduk  bersama dalam kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan Lini Lapangan. Kebijakan dan Strategi Program Kependudukan dan KB (KKB) Nasional tahun 2013 juga diharapkan dapat tercapai.

         Bupati juga menyampaikan sekarang ini para ahli di dunia sudah menghitung angka kelahiran yang semakin meningkat serta menurunnya hasil pertanian dan berkurangnya lahan pertanian, sehingga di prediksi 25 tahun lagi dunia akan krisis pangan. Untuk mencegah hal seperti itu, harus ada kebersamaan di mana Dinas Kesehatan dengan PLKB untuk menekan angka kelahiran dengan Program KB.

                Di Jawa Tengah,  dalam hal produksi pertanian menjadi yang terbaik di Inonesia di karenakan pemimpinnya sangat serius, mendukung dan tahu betul tentang pertanian sehingga pertanian dapat meningkat produksinya. Begitu juga dengan program KB, jika ingin berhasil harus juga didukung.

            Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang, Alimudin SH,MH dalam laporannya menjelasakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman Petugas KB di Lini Lapangan dan Bidan tentang Kebijakan dan Strategi Program Kependudukan dan KB (KKB) Nasional tahun 2013 di Jawa Tengah, meningkatkan pemahaman Petugas KB di lini lapangan dan Bidan tentang Kebijakan dan Strategi Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi dan Anak melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan KB Pasca Persalinan, meningkatkan pemahaman dan disepakatinya langkah, upaya dalam percepatan pencapaian Sasaran Kinerja Program Kependudukan dan Keluarga Berencana, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Peserta kegiatan berjumlah 687 orang dari kabupaten/kota se eks Karesidenan Pekalongan yang terdiri dari : Kepala Puskesmas, Camat, Bidan Koordinator dan PLKB yaitu Kabupaten Brebes 145 orang, Kabupaten Tegal 145 orang, Kota Tegal 27 orang, Kabupaten Pemalang 132 orang, Kabupaten Pekalongan 89 orang, Kota Pekalongan 25 orang, Kabupaten Batang 124 orang.

Pemateri adalah Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dengan materi Dukungan Program KB dalam Percepatan Pencapaian Sasaran MDG’s Tahun 2015. Materi kedua Penguatan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut disajikan juga pameran hasil produk kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) binaan dari di Kabupaten Batang.(m-humas)