Soal Kerusakan Lingkungan, Masyarakat Jangan Berpikir Nilai Ekonomisnya Saja

Written by Bagian Humas dan Protokol on . Posted in berita

Foto : Apel Hari Bhakti Rimbawan di Desa Gerlang Kecamatan Blado. (humas)

(Batangkab.go.id) Kerusakan lingkungan dengan penggundulan hutan dan penebangan tanaman yang dilakukan oleh manusia secara liar, banyaknya lahan kritis yang dulu sebagai tanaman konservasi serta hutan lindung beralih fungsi menjadi lahan produktif dan tanpa adanya reboisasi telah mempercepat pemanasan global (global warming). Demikian disampaikan Wakil Bupati Batang Soetadi. SH MM saat memberikan sambutan pada Apel Hari Bhakti Rimbawan, Rabu (27 Maret 2013) di Desa Gerlang Kecamatan Blado. Apel tersebut diikuti oleh Forkopimda, Adm KKPH Pekalongan Timur dan Kepala SKPD se Kabupaten Batang.

Disampaikan juga bahwa Desa Gerlang Kecamatan Blado merupakan daerah tinggi atau pegunungan yang memiliki hutan lindung dan hutan rakyat yang banyak beralih fungsi menjadi tanaman produktif seperti kentang. Hal inilah yang mempercepat pemanasan global yang dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir yaitu terjadinya abrasi, dan suhu udara menjadi naik. “Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat Desa Gerlang jangan berpikir sepotong–sepotong atau kedaerahan tapi berpikirlah secara luas. Kentang memang mempunyai nilai ekonomi yang sangat menjanjikan, tapi juga harus memperhatikan lingkungan atau dampak yang ditimbulkan akibat kurangnya tanaman keras atau tanaman tegakan, sehingga dapat menimbulkan erosi atau bencana tanah longsor dan bencana lainya,” terang Wabup H. Soetadi.

Untuk itu untuk mencegah agar terhindar dari becana dan  dalam rangka Hari BaktiRimbawan, Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan program penanaman dalam rangka rehabilitasi hutan, yang sampai tahun 2012 telah tercapai 1,148.289,14 hektar dari target 2,5 juta hektar pada tahun 2014. Pada tahun 2013 akan ditanam 748.285 hektar, dan tahun 2014 akan ditanam 603.426 hektar.

Wabup  juga menghimbau kepada para rimbawan yang bekerja di birokrasi  untuk melakukan pelayanan prima kepada masyarakat, dengan mewujudkan hutan sebagai sumber daya yang memberikan dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi, yang tentunya akan menyediakan lapangan kerja tanpa harus merusak lingkungan.

Ir Wondi Ruki Trisnanto, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam laporannya menjelaskan bahwa gerakan penanaman dilaksanakan dalam rangka menghutankan kembali lahan kritis dan menghutankan kembali lahan bekas kebakaran hutan. Dilaporkan juga program penanaman pohon satu milyar di Kabupaten  Batang sampai dengan 15 Maret 2013 telah dilaksanakan sebanyak 3.363.652 batang, yang artinya  pada tahun ini mencapai 118% dari target. “Dalam kegiatan ini kami juga bekerja sama dengan pengusaha yang bergerak dalam industri kayu yang telah memberikan bantuan bibit sengon sebanyak 23.000 batang, bibit acacia mangium sebanyak 74.752 batang bibit gmelina arborea sebanyak 66.560 batang dan bibit eucalyptus pelita sebanyak 111.680 batang,” terangnya. (mc-humas)