Industri dan Perdagangan


A.  POTENSI INDUSTRI

Sektor industri merupakan faktor penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Batang. Industri yang potensial untuk dikembangkan yaitu Industri Tekstil, Industri Pengolahan seperti kerajinan kulit, pembuatan kripik pisang/nangka, pembuatan bak truk, galangan kapal dll.

JENIS  POTENSIAL  INDUSTRI

1.   KERAJINAN  KULIT

Sentral kerajinan kulit terletak di Desa Mesin Kecamatan Warungasem. Produk kerajinan yang dihasilkan seperti dompet, ikat pinggang, sepatu, sandal dll. Mempunyai nilai jual sangat tinggi dan dapat sebagai usaha ekspor.

2.    PEMBUATAN  KERIPIK  BUAH  PISANG  DAN  NANGKA

Sumber daya alam untuk komoditas horticultura terutama buah-buahan cukup menonjol dengan kontinuitas ketersediaan suplai yang cukup baik. Dua jenis buah yang menonjol di Kabupaten Batang adalah nangka dan pisang yang dapat diolah antara lain dijadikan kripik buah.

3.    PENGOLAHAN  IKAN

Produksi Ikan hasil penangkapan laut di Kabupaten Batang cukup melimpah. Dari hasil tangkapannya sebagian besar untuk konsumsi dalam bentuk ikan segar. Untuk itu diperlukan diversifikasi produk atau pengolahan lebih lanjut agar mendapatkan nilai tambah produk.

4.    TEPUNG  TAPIOKA

Kabupaten Batang merupakan salah satu daerah sentral penghasilan singkong di Jawa Tengah. Hal ini ditujukan dengan luasnya areal tanah Wonotungal seluas 700 hektar. Pada dasarnya olahan singkong dalam industri dapat digolongkan menjadi tiga yaitu hasil fermentasi singkong (Tape.peuyem) singkong yang dikeringakan (Gaplek) dan tepung singkong atau tapioka. Tepung tapioka ini digunakan dalam industri makanan atau pakan ternak, dekstrin, glukosa (Gula). Semuanya mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan.

5.    EMPING  MELINJO

Kecamatan limpung dikenal sentral emping melinjo, oleh karena itu sangat cocok bila industri/emping lebih dikembangkan. Emping melinjo produk Limpung mempunyai kekhasan yaitu sangat tipis, tidak menggunakan bahan kimia, putih transparan dan sangat renyah setelah digoreng

6.    PEMBUATAN  BAK  TRUK

Industri pembuatan bak truk sangat propektif untuk di kembangkan di Kabupaten Batang, terutama di Kecamatan Subah, karena usaha ini di dukung oleh ketersediaan tenaga kerja terampil yang cukup banyak.

7.    GALANGAN  KAPAL

Wilayah maritim indonesia yang sangat luas memerlukan kapal-kapal baik untuk pesiar maupun penangkapan ikan. Memenuhi kebutuhan itu industri galangan kapal Kabupaten Batang dengan di dukung tenaga-tenaga terampil sangat prospektif untuk di kembangkan.

8.    PERUSAHAAN  AMDK

Kabupaten Batang mempunyai banyak sumber mata air yang bisa di manfaatkan untuk diolah lebih lanjut menjadi air yang layak untuk di konsumsi masyarakat. Potensi bahan baku air ini menjadi aset yang menarik bagi para investor untuk memasuki bidang usaha ini. Daerah-daerah sumber mata air di Kabupaten Batang terdapat di Kecamatan Reban dan Kecamatan Blado dengan kapasitas debit air mencapai kurang lebih 444.000 meter kubik/tahun. Potensi sumber air tersebut masih bisa di tambah lagi karena daerah-daerah dataran tinggi yang ada di Kabupaten Batang sangat besar kemungkinannya memiliki sumber mata air yang belum dieksploitasi.

B.  POTENSI PERDAGANGAN

Komoditas produk Kabupaten Batang mempunyai peluang ekspor yaitu dari produk-produk tekstil seperti kain mori, pakaian bordir dan produk jeans di samping produk-produk lainnya.

POTENSI PERIKANAN KELAUTAN

I.     POTENSI  PERIKANAN  LAUT

Kabupaten Batang memiliki garis pantai yang cukup panjang, yaitu 38,73 km garis pantai tersebut terbentang dari Kecamatan Batang, Kecamatan Tulis, Kecamatan Subah, Kecamatan Limpung dan Kecamatan Gringsing dengan demikian sebagian besar penduduk di Kecamatan tersebut berada di jalur Pantai Utara, yang merupakan daerah pesisir yang bermata pencaharian di bidang perikanan laut seperti nelayan, pengelola ikan laut dll.

Di tinjau dari sumber daya manusia dan sumber daya alam perikanan laut yang ada, maka usaha-usaha yang di kembangkan adalah usaha penagkapan ikan dan usaha penangkapan pasca penangkapan mengikuti pengolahan ikan segar, pengolahan ikan asin, pengolahan ikan pindang, pengolahan ikan asap, tepung ikan, terasi dll.

Di samping itu juga memiliki usaha pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung usaha-usaha tersebut di atas antara lain usaha galangan kapal, docking kapal, peralatan alat tangkap, pabrik es, SPBU(BBM/solar) dll.

Usaha penanganan pasca penangkapan di Kabupaten Batang berpotensi untuk dikembangkan, apalagi industri pengolahan tersebut menyerap banyak tenaga kerja, akan tetapi pengolahan ikan segar (seperti fillet ikan) merupakan usaha yang sangat menonjol disamping usaha pengolahan ikan asin. Karena permintaan pasar sangat besar baik dalam Provinsi Jateng maupun diluar Provinsi Jateng seperti Indramayu, Tangerang, Jakarta dll.

Adapun ikan yang menjadi komoditas unggul dalam usaha pengolahan ikan di Kabupaten Batang adalah :

1.    IKAN MATA BESAR

Produk ikan ini sebagian besar ikan ini di pasarkan dalam bentuk fillet.

2.    IKAN REMANG

Ikan ini di pasarkan dalam bentuk fillet, kulitnya diolah sebagai rambak ikan dan gelembung udaranya di olah dalam bentuk cakatak atau di keringkan sesuai dengan permintaan pasar.

3.    IKAN  BAMBANGAN / KAKAP  MERAH  DAN  IKAN  BAWAL

Ikan ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk segar. Di samping  itu banyak jenis-jenis ikan yang sebagian besar di pasarkan dalam bentuk ikan asin seperti kapasan, kuniran, laying, tigowojo dll, dalam bentuk ikan pindang seperti ikan laying,ikan selar, ikan kembang dll, dan dalam bentuk ikan asap seperti ikan pari,  ikan tengiri.

II.    POTENSI  PERIKANAN  DARAT

Usaha perikanan darat di Kabupaten Batang meliputi usaha budidaya air tawar (kolam), budidaya air payau (tambah) dan penangkapan ikan di perairan umum. Perkembangan perikanan budidaya terutama budidaya ikan air tawar sangat lambat serta belum di usahakan secara optimal, dari potensi lahan yang ada seluas 300 Ha,  baru di usahakan dan di kelola secara baik seluas 10.92 Ha (+ 3.64%). Sedangkan untuk budidaya perikanan air payau dari ketersediaan lahan seluas +750 Ha, baru di usahakan +232 Ha(+33,33%),  jumlah pembudidayaan di Kabupaten Batang sebanyak 2072 orang dengan cakupan luas kolam yang di miliki 10,92 Ha, serta potensi perairan umum yang mencapai 159,4 Ha, maka cukup potensial.