Kabupaten Batang Terpilih dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia

Tasyakuran Kabupaten Batang memperoleh peringkat ke-11 sebagai Smart City Terbaik Tingkat Nasional di Ruang Media Center Diskominfo Batang, Jum'at (13/4)

Sejak tahun 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama tim membuat program Gerakan Menuju 100 Smart City yang terlah terpilih 25 Kabupaten/Kota dengan predikat Smart City Terbaik, dan di tahun 2018 Kabupaten Batang termasuk dalam 50 Kabupaten/Kota dengan peringkat ke-11 di tingkat nasional, setelah dilakukan penilaian 5 Maret di Pusteknas Tangerang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jamal Abdul Naser Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika di Ruang Media Center Diskominfo Kabupaten Batang, Jum'at (13/4).

Jamal menerangkan penilaian Smart City Terbaik antara lain kesiapan struktur (SDM dan dukungan anggaran), infrastruktur (jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi, aplikasi yang tersedia, pusat data yang dimiliki) dan subfrastruktur (kebijakan regulasi).

“Alhamdulillah Kabupaten Batang saat diuji di depan asesor mendapat tanggapan yang positif sehingga memperoleh peringkat ke-11 dari 50 Kabupaten/Kota yang memiliki program Smart City Terbaik tingkat nasional,” ungkap Jamal.

Sebagai tindaklanjut lanjutnya, tanggal 8 Mei akan dilaksanakan launching sekaligus penandatanganan MoU tentang implementasi Smart City antara Menteri Kominfo Rudiantara dengan 50 Bupati/Walikota yang terbaik dalam program Smart City. Kemudian di bulan November akan dilakukan presentasi, sampai sejauh mana program implementasi Smart City di 50 Kabupaten/Kota.

“Nantinya Smart City dengan penilaian terbaik akan dijadikan acuan, rujukan dan studi banding bagi daerah lain yang belum maksimal dalam penerapan program Smart City,” tuturnya.

Lebih lanjut Jamal memaparkan Diskominfo Batang sudah mempersiapkan infrastruktur internet yang bekerja sama dengan Telkom, Biznet dan Icon Plus besarannya mencapai 200 mbps, SDM dan dukungan anggaran sepenuhnya dari Pemkab.

“Membangun Smart City tidak hanya dari Pemerintah dalam arti “smart e-gov" saja, tetapi dari masyarakat juga harus “smart", sehingga menimbulkan “smart people”,” terang Jamal.

Jamal menambahkan perlahan tapi pasti, masyarakat Batang sudah mulai memahami pelayanan publik yang berbasis Smart City, semisal perizinan sudah menggunakan online.

“Program tersebut membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak agar bisa berjalan dan sukses,” pungkasnya. (Heri/Ilham Mc Batang)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial