Apel Kesetiaan NKRI, Eratkan Rasa Nasionalisme Warga Batang

kooreo Anti Hoax yang di bentuk oleh anggota banser dalam rangka Apel kesetiaan NKRI di Alun-alun Batang, Sabtu (14/4).

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Batang ke-52 dan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-95, Pemerintah Kabupaten Batang bersama 12 ribu kader NU menggelar Apel Kesetiaan NKRI di Alun-alun Kabupaten Batang, Sabtu (14/4) sore.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat nasionalisme sebagai bukti nyata warga NU Batang dalam rangka mendukung tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apel tersebut diikuti oleh kurang lebih 5.557 anggota Banser dan Ansor, 6.443 kader NU se-Kabupaten Batang (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Lembaga Ma’arif, Pagar Nusa).

Bupati Wihaji dalam sambutannya mengatakan Apel Kesetiaan NKRI merupakan bagian dari kegiatan yang baik. Bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Batang ke-52 dan Harlah NU ke-95, dimaknai sebagai refleksi dan evaluasi agar tidak melupakan sejarah.

“Sejarah telah mencatat bahwa para Kyai NU telah berjuang luar biasa untuk mendirikan NKRI, maka kita wajib untuk tidak melupakan sejarah,” tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati menuturkan untuk mengisi yang telah menjadi warisan dari para Kyai, kita sebagai generasi penerus keluarga besar NU mengadakan kegiatan-kegiatan yang baik.

“Hari ini kita buktikan bahwa keluarga besar NU tidak akan dipertanyakan lagi tentang kesetiaan terhadap NKRI,” jelas Bupati Wihaji.

Hal ini lanjut Bupati, perlu disampaikan karena tantangan yang dihadapi berbeda dengan para Kyai dahulu. Zaman dulu benar-benar menghadapi penjajah secara langsung, namun saat ini bentuk penjajahannya berbeda karena tidak langsung,

“Jangan sampai kita dipecah-belah oleh kelompok-kelompok tertentu, yang menginginkan kita tidak bersatu untuk NKRI, hal ini sangat penting untuk disampaikan karena zaman teknologi yang luar biasa mempengaruhi banyak hal, termasuk adanya ajakan-ajakan kebencian terhadap keluarga kita sendiri,” kata Bupati.

Bupati mengharapkan pada apel ini kita buktikan untuk menjadi contoh bahwa leluhur dan Kyai juga memberikan teladan terbaik.

“Seperti halnya KH. Wahab Hasbullah ketika bangsa kita belum merdeka, tetapi sudah berbicara tentang kemerdekaan Indonesia. Kita sebagai generasi penerus NU wajib mengikuti teladan yang diberikan oleh beliau,” terang Bupati.

Kewajiban lainnya lanjut Bupati, adalah menjaga akidah Ahlusunah Wal Jama'ah, sebab dengan menjaganya sama halnya dengan menjaga supaya tetap guyub rukun dan menjaga NKRI. Kita wajib merangkul kelompok mana pun selama untuk kesetiaan terhadap NKRI, kita juga tidak boleh membenci kelompok tertentu.

“Kecuali ada 2 hal yang wajib kita lawan pertama golongan yang menentang NKRI dan kedua siapa pun yang melawan para Kyai,” pungkas Bupati.

Sementara dalam kesempatan yang sama Habib Lutfi Bin Yahya mengutarakan di luar sana banyak sekali beredar berita bohong (hoax) yang tujuannya untuk memecah belah bangsa dan tanah air Indonesia.

“Keprihatinan ini selalu mewarnai dalam perjalanan dakwah saya,” tutur Habib Lutfi.

Kekhawatiran sebagai orang tua lanjut Habib, atau yang dituakan atau yang diulamakan adalah suatu hal yang wajar dan bukan suatu hal yang berlebihan.

“Karena bangsa Indonesia jika bukan para Ulama yang memiliki, apakah menunggu untuk dimiliki pihak lain,” tanya Habib di hadapan warga Nahdliyin.

Habib mengatakan Apel Kesetiaan NKRI bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Batang ke-52 dan Harlah Nahdlatul Ulama ke-95, ternyata para generasi muda menunjukkan wajah yang siap lebih jauh untuk mempertahankan NKRI.

“Sore ini kita kembali mendapat semangat karena tanggung jawab membela tanah air ini ke depan sudah di pundak generasi penerus, maju atau mundurnya bangsa ini tergantung dari generasi mudanya,” pungkas Habib.

Apel tersebut dimeriahkan dengan atraksi menantang maut yang tentunya hanya dilakukan oleh orang-orang terlatih secara fisik maupun mental. Atraksi yang dilakukan oleh Detasemen Banser 99 di antaranya tubuh tahan dengan senjata tajam, berbaring di atas pecahan kaca, naik ke atas anak tangga dari beberapa bilah pedang.

Selain itu sebagai bentuk perhatian dari Polres Batang kepada para anggota Banser diserahkan 100 pasang sepatu untuk memudahkan saat bertugas maupun membantu masyarakat.

Turut hadir dalam Apel Kesetiaan NKRI antara lain Habib Lutfi Bin Yahya, Bupati Wihaji, Wakil Bupati Suyono, Ketua PCNU Kabupaten Batang Achmad Taufik, Dandim 0736/Batang Letkol Kav Henri RJ Napitupulu, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga dan seluruh warga Nahdliyin. (Heri/Arga/Mc Batang Jateng)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis
Lihat Berita Foto dari Berita ini

Bagikan ke Jejaring Sosial