Pemkab Batang Siapkan Dua Lokasi Rencana Pembangunan Bandara Perintis

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, menyiapkan dua lokasi rencana pembangunan Bandara Perintis, hal ini untuk meyikapi mode transportasi udara yang sudah dipandang perlu, karena puluhan  investor Penanaman Modal Asing ( PMA ) dan Penanaman Modal Dalam Negeri mulai masuk ke Batang. 

Hal ini juga untuk mendukung program tahun kunjungan wisata Visit Batang 2022, yang saat ini destinasi wisata di Kabupaten Batang sudah menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah dan mancanegara.  

“Bupati Batang, Wihaji sudah perintahkan ke kami untuk merencanakan pembangunan Bandara Perintis sejak 14 Februari lalu, kita masih perjuangkan dan surat sudah masuk pengajuan ke Kementerian Perhubungan Udara,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono saat wawancara di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Senin (14/5). 

Dijelaskan bahwa dua lokasi yang disebutkan memang belum dijelaskan dimana titik pasti lokasinya, hal ini untuk mengantisipasi masuknya broker-broker tanah. Namun, demikian dari Kementerian Perhubungan Udara berencana setelah lebaran dua lokasi ini akan ditinjau langsung oleh Kementerian Perhubungan Udara. 

“Kita sudah siapkan tanah milik Pemkab Batang sebanyak 60 Ha untuk lokasi pertama, dan untuk lokasi kedua sebanyak 40 Ha, sekurangnya nanti warga siap dibebaskan tanahnya, adapun syaratnya Bandara Perintis harus menyiapkan tanah minimal 50 Ha, kita siap penuhi,” kata Murdiono.

Pembangunan Bandara Perintis dirasa sudah perlu sekali lanjutnya, Batang prospektif sekali karena dengan adanya sumber energi listrik seperti PLTU, puluhan PMA dan PMDN siap berinvestasi sehingga transportasi yang cepat seperti pesawat terbang sangat dibutuhkan. 

“Untuk mempercepat proses pembangunan, Pemkab rencananya melakukan study stabilita yang menyiapkan anggaran  mencapai Rp100 juta, hal ini guna melakukan serangkaian proses pengujian seperti melakukan study banding, dan lain sebagainya,” jelas Murdiono.  

Murdiono juga menjelaskan regulasi baru memang diperbolehkan setiap daerah membangun Bandara, sepanjang sesuai dengan kriteria seperti tata ruang, kelayakan sosial, lingkungan, finansial ekonomi, teknis pembangunan, kelayakan operasional pembangunan, kelayakan angkutan udara dan daya dukung. 

“Dengan daya dukung proyek strategis yang ada di Batang, kita optimis memenuhi ketentuan yang ada,” kata Murdiono.

Tidak hanya jalur udara, untuk jalur kereta ia mengusulkan agar diaktifkannya kembali stasiun Batang, Pemkab sudah layangkan surat agar kereta dari Jakarta bisa berhenti di Batang, karena kita memiliki dua stasiun kereta.  

“Kita sudah minta secara langsung, dan melayangkan surat ke PT KAI. Karena kita terlalu dekat dengan Pekalongan, jadi terlalu dekat,” tuturnya. 

Ia meminta minimal ada kereta ekonomi yang bisa berhenti di Stasiun Batang. Pemerintah Kabupaten Batang siap menyediakan mode transportasi umum untuk dalam kota menuju stasiun kereta di Batang yang menjadi persyaratannya.

“Rencananya juga setelah lebaran akan dikaji dari Kementerian Perhubungan,” lanjut Murdiono. (Humas/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial