Bupati Batang Mampu Pertahankan Opini WTP BPK RI

Batang – Pemkab Batang berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di satu tahun kepemimpinan Bupati Batang, Wihaji dan Wakil Bupati Batang, Suyono. Raihan opini ini setelah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2017 di audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah. 

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2017 diserahkan secara langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Hery Subowo, di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/5). Dalam peraihan Opini WTP, Kabupaten Batang meraih dua kali berturut-turut yaitu tahun 2016 dan 2017. 

Kepala Perwakilan BPK RI Jawa Tengah, Hery Subowo mengatakan, bahwa Opini Badan Pemeriksa Keuangan merupakan pernyataan profesional pemeriksa, mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria, yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.

Untuk akuntabilitas keuangan harus ada tiga sinergi antara lain, DPRD, Kepala Daerah dan BPK, karena untuk akuntabilitas keuangan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPK, fungsi DPRD juga memegang peran penting dalam mendorong untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan dari BPK.

“Mekanisme pemeriksaan keuangan dilakukan atas 7 laporan keuangan, yaitu laporan realisasi anggaran, perubahan anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan,” jelas Hery Subowo.

Dalam kesempatan ini, Hery memberikan pengarahan kunci sukses keberhasilan pengelolaan anggaran keuangan daerah yaitu kebijakan dan strategi pemeriksaan, komitmen pimpinan entitas, integritas independensi dan profesionallisme pemeriksaan, kerja keras dan tangungjawab pelaksanaan entitas. 

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang meraih WTP atas Laporan Keuangan Tahun 2017 merupakan kerja keras dari semua eksekutif dan legislatif, atas kerja keras semua elemen yang menginginkan agar laporan keuangan pemerintahannya dapat dipertanggungjawabkan oleh lembaga audit.

“Pemeriksaan ini merupakan langkah yang sangat penting, karena untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan agar lebih baik dan berdaya guna. Kedepan, bagi saya ini wajib hukumnya untuk kerja lebih keras lagi dalam laporan keuangan,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pemeriksaan ini berguna agar pengelolaan keuangan dan aset daerah lebih bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah adalah tugas dan tanggungjawab bersama.

Bupati Batang juga menegaskan, bahwa Pemerintah daerah harus mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui Pemeriksaan Laporan Keuangan oleh BPK RI. Untuk itu, apresiasi dan dukungan disampaikan atas upaya BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah dalam memperbaiki pengelolaan dan tanggungjawab keuangan daerah.

“Selain hasil Pengelolaan Keuangan Tahun Anggaran 2017, kami pun berharap, ditahun 2018 ini Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Batang dapat mempertahankan WTP dengan hasil yang meningkat. Dalam arti lebih baik dalam keuangan dari tahun pengelolaan keuangan yang sebelumnya,” imbuhnya.

Ketua DPRD Kabupaten Batang Imam Teguh Raharjo yang didaulat memberikan sambutan perwakilannya mengatakan,  bahwa auditor BPK  bekerja apa adanya, tidak ada rekayasa dan kami dalam laporan keuangannya juga sesuai azas kepatutan dalam pembukuan akuntansi. 

Imam Teguh Raharjo juga berharap agar Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Pemerintah Daerah ada gayung bersambut antara legislatif dan eksekutif untuk menindaklanjuti agar laporan keuangan dapat menjadi lebih baik seperti harapan dari BPK.

Dalam kesempatan ini Bupati Batang, Wihaji juga didaulat untuk mengisi tausiah singkat sebelum buka puasa. Adapun penyerahan hasil pemeriksaan LKPD TA 2017 ada enam Kabupaten yang berhasil meraih opini WTP yaitu Batang, Wonogiri, Blora, Pemalang, dan Kendal. (Humas/Edo)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis
Lihat Berita Foto dari Berita ini

Bagikan ke Jejaring Sosial