Kapolda Jateng Optimis H-10 Jalan Tol Bisa Dilalui

Batang – Kapolda Jawa Tengah Irjend Pol Condro Kirono, merasa optimis jalur tol Pemalang - Gringsing bisa dilalui secara fungsional, hal ini disampaikan setelah melakukan cek kesiapan jalur tol Pemalang – Batang dan Batang - Semarang, Senin (28/5). 

“H-10 baik rest area maupun infrastruktur jembatan Kaliboyo bisa selesai, namun untuk jembatan Kali Kuta, Kecamatan Gringsing, bisa dilalui H-3 nya,” kata Irjend Condro Kirono. 

Kapolda Jateng juga mengatakan bahwa puncak arus mudik diprediksi dimulai pada tanggal 8 Juni, sehingga dari H-7 hingga H-3 sementara arus mudik akan seperti tahun lalu, dengan melintas kira – kira lima ratus meter dan melintas jembatan Kali Kuto masuk lagi ke Jalan tol.  

“Untuk H-3 baru Jembatan tol Kali kuto yang bisa dilalui oleh pemudik, sehingga nantinya akan ada buka tutup antara exit Gringsing ke Pantura dengan menggunakan sistem kontra flow, dan ini yang juga akan menjadi titik kemacetan,” kata Irjend Condro Kirono. 

Lebih lanjut, Kapolda Jateng juga mengatakan untuk mengatasi kemacetan, personil kepolisian Jawa Tengah akan menurunkan 21.000 personil di seluruh Jawa Tengah, namun untuk wilayah Pantura akan di tambah 1.200 personil.

“Kita juga mendapat bantuan dari siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polisi yang seharusnya libur akan diperbantukan H-3 hingga H-1 di Jawa Tengah yang akan diprioritaskan di jalan tol,” jelas Irjend Pol Condro Kirono.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji yang ikut meninjau jalan tol dari Kecamatan Warung Asem hingga Kecamatan Gringsing, sangat berharap jalan tol ini sudah bisa digunakan walaupun dengan status fingsional.

"Progress jalan tol akan kami pantau terus,  sedangkan rest area di jalan tol ada dua yaitu di Candi Areng dan Gringsing. Menurut kami cukup untuk mengakomodir para pemudik untuk beristirahat," paparnya.

Pemkab juga siap memberikan pelayanan kesehatan di posko – posko kesehatan, dari Dinas Kesehatan dan RSUD Kali Sari Batang dan RSUD Limpung Batang, tidak hanya itu tim layanan kesehatan Si Slamet 119 melalui android untuk berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat saat terjadi kecelakaan.

“Ini sudah era digital manfaatkan sistem Si Slamet 119 yang ada di Batang sebagai Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT),” pinta Wihaji kepada pemudik. 

Kepala Pelaksana Lapangan Pembangunan Proyek Jembatan Kali Kuto, Jajang Isparin mengatakan,  Jembatan Kali Kuto panjanganya 100 meter dengan lebar 32 meter, yang pembangunannya sekarang sudah 75 persen. 

“Kita usahakan Jembatan Kali Kuto H-3 bisa dilalui untuk arus mudik khususnya untuk kendaraan mini bus, atau kendaraan kecil saja dan belum bisa dilalui oleh truk,” jelas Jajang Asparin. (Humas/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis
Lihat Berita Foto dari Berita ini

Bagikan ke Jejaring Sosial