Kembalinya Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman di Kabupaten Batang

Peresmian Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman di Serambi Masjid Al Barokah, Jum'at (25/5)

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang ingin menghidupkan kembali Ikon Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman yang beberapa tahun lalu sempat mati suri. Letaknya yang sangat strategis yaitu di jalur Pantura tepatnya berada di Serambi Masjid Al Barokah dipastikan membuat para pengguna jalan mudah untuk beribadah sekaligus membeli buah tangan istimewa untuk handai taulan di kampung halaman.

Bupati Batang Wihaji menyampaikan, dibukanya kembali Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman yang berada di rest area merupakan tindaklanjut dari program Pemerintahan sebelumnya yang sebenarnya sudah aktif, namun sempat terhenti beberapa lama.

“Kita dzolim jika bangunan yang sudah sebagus ini tidak dimanfaatkan secara baik, pusat oleh-oleh ini dulu dibangun dengan menghabiskan dana mencapai dua miliar rupiah, sehingga apabila dibiarkan begitu saja sangat eman-eman,” ucap Bupati Batang, Wihaji usai meninjau beberapa kios di Serambi Masjid Al Barokah, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jum'at (25/5).

Menurut Bupati Batang, momentumnya sangat tepat karena mendekati Hari Raya Idul Fitri pasti banyak pemudik yang singgah di rest area untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. Harapannya rest area ini dapat dihidupkan kembali dengan ikon Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman.

“Beribadah iya, belanja oleh-oleh juga iya, semua ada di Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman di Serambi Masjid Al Barokah, ” ujar Bupati.

Sebelumnya juga sudah ada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Pasar Minggon Jatinan juga kita kawal, supaya tidak hilang begitu saja.

Bupati Batang, Wihaji menambahkan, terkait persiapan arus mudik, Pemkab Batang telah mempersiapkan segala sesuatunya diantaranya perihal keamanan, ketertiban, ketersediaan bahan pokok dan pelayanan publik tentang arus mudik, termasuk rest area di Serambi Masjid Al Barokah juga masuk dalam bagian.

“Nantinya akan digabungkan dengan posko kesehatan, jadi saat mereka istirahat juga bisa sambil cek kesehatan dan setelah itu bisa berbelanja di serambi Masjid,” ungkap Bupati Batang.

Rest area lain sambung Bupati Batang, yang disediakan ada di 5 titik yaitu beberapa titik tol, Dinas Perhubungan dan Masjid Al Barokah dan semuanya dilengkapi dengan posko kesehatan.

“Jangan sampai rest area ini hanya hidup saat arus mudik saja, tapi harus hidup terus-menerus,” tegas Bupati Batang, Wihaji.

Sementara, menurut Ketua TP PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji, mengutarakan rest area di Kabupaten Batang harus hidup dan dikuatkan semangatnya yang aktif dan berkelanjutan. Supaya aktif dan berkelanjutan, maka harus mementaskan diri.

“Artinya produk-produk yang ada disini dipentaskan dulu kualitasnya, sehingga konsumen yang datang benar-benar puas dengan oleh-oleh yang mereka beli,” tegas Uni.

Lebih lanjut, Uni Kuslantasi mengungkapkan, dibangkitkannya kembali Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman ini, adalah bentuk keberpihakan Pemkab dengan masyarakat. Rest area ini nantinya akan membangkitkan semangat perputaran ekonomi khususnya bagi masyarakat Kandeman.

Uni menuturkan, produk yang disuguhkan kita utamakan hasil dari masyarakat sekitar yang sekiranya dapat menjadi ikon Kecamatan Kandeman. Kami menyediakan makanan-makanan khas seperti keripik melinjo, keripik ubi ungu dan masih banyak lagi.

“Bagi pengguna jalur Pantura juga bisa beristirahat sambil menikmati aneka kue dan makanan kecil sebagai teman minum kopi atau teh di sederet cafe yang ada di lingkungan Serambi Masjid Al Barokah,” ucap Uni yang juga menjabat Ketua Dekranasda Batang.

Selain itu dilengkapi para pedagang kaki lima dengan berbagai makanan rakyat yang ringan di kantong di area foodcourt yang bisa dinikmati para pengunjung masjid.

“Pertahankan pengelolaan yang baik ditambah kualitas yang memuaskan agar mengundang konsumen untuk datang dan berbelanja kembali buah tangan di Pusat Oleh-oleh Khas Kandeman,” harap Uni Kuslantasi. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis
Lihat Berita Foto dari Berita ini

Bagikan ke Jejaring Sosial