Rois Syuriah MWC NU Batang, Larang Takbir Keliling

Bupati Batang, Wihaji, menyampaikan sambutan dalam kegiatan buka bersama dengan para ulama se-Kabupaten Batang, Sabtu (9/6).

Batang - Rois Syuriah NU Kabupaten Batang, KH Abdul Manaf Syair, menghimbau kepada umat muslim untuk tidak melaksanakan takbir keliling di malam Idul Fitri. 

Hal ini disampaikan sebelum berbuka puasa bersama Ulama se-Kabupaten Batang yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati Kabupaten Batang, Sabtu (9/6). 

"Saya harap ada penertiban takbir keliling yang melintas di jalan raya, disamping mengganggu ketertiban di jalan raya juga untuk antisipasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak - pihak yang tidak bertanggungjawab," pinta  KH Abdul Manaf Syair.

KH Abdul Manaf Syair juga menyampaikan, bahwa sekarang banyak Mushola atau Masjid melaksanakan takbir di malam Idul Fitri menggunakan rekaman, inilah yang menjadi kekawatiran kami selaku ulama, mereka lebih senang duduk di pinggir jalan. 

"Takbir cukup di Mushola masing - masing saja, tidak usah sampai keluar kampung hal ini  demi kemaslahan dan keamanan Kabupaten Batang," katanya.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, buka puasa bersama ulama untuk menjalin silaturahmi umaroh dan ulama, karena selama memimpin selama satu tahun delapan belas hari banyak ulama yang belum kami datangi dan kenal. 

"Saya sebenarnya ingin sekali mendatangi rumah para ulama di Kabupaten Batang untuk bersilaturahmi, tapi karena keterbatasan waktu sehingga tidak bisa," kata Bupati Batang, Wihaji. 

Bupati Batang, juga meminta para ulama untuk mendoakan dalam memimpin agar tetap istiqomah dan amanah, karena para ulama selalu kami nantikan fatwa dan nasehatnya. 

"Saya anggap para ulama sudah menjadi Bapak dan Romo sehingga apabila ada yang pas dan kesalahan untuk segera diingatkan dan dinasihati," pinta Bupati Batang, Wihaji.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan program sosial yang sudah dijalankan seperti santunan kematian, insentif guru Madrasah Diniah yang mencapai Rp1,2 juta dan santunan anak yatim piatu di tahun kemarin hanya mendapatkan Rp100 ribu sekarang dinaikan menjadi Rp1 juta bagi 1500 anak yatim piatu,  sehingga total santunannya mencapai Rp1,5 miliar. Santunan juga diberikan kepada masyarakat miskin yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp1 juta. (Humas/Edo)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial