Bupati Batang Menjadi Tamu Kehormatan BIAPF

Batang - Bupati Batang, Wihaji mendapat apresiasi dan kehormatan dari Kementerian  Pariwisata karena kepeduliannya melestarikan  seni dan budaya, dengan mengundang secara resmi satu - satunya Bupati di Jawa Tengah pada Penutupan Borobudur International Art and Performance Festival (BIAPF) 2018 yang digelar di komplek Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (8/7) malam. 

Penghormatan dan apresiasi ini berdasarkan komitmennya pada seni budaya yang sudah menjadi agenda tahunannya menggelar Batang Art Festival, yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Batang dengan menampilkan seni rupa, seni tari budaya lokal, dan teater yang menghadirkan pelaku seni dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Batang, Wihaji sangat mengapresiasi event budaya yang punya sejarah dan karakter ini, karena selain sebagai sarana seni dan budaya, juga sebagai sarana promosi wisata. 

"Kabupaten Batang siap dinobatkan Batang sebagai penyelenggara (IAPF) 2019 karena Batang juga memiliki pelaku seni yang berkarakter dan potensi wisata yang luar biasa, karena ini juga sebagai bagian semangat promosi wisata dengan kemasan event tapi punya karakternya yang dihadiri oleh pelaku. seni internasional dari berbagai negara," kata Bupati Batang, Wihaji. 

Lebih lanjut, Bupati Batang mengatakan, dalam penyelanggaraannya nanti kita akan koordinasikan dengan pelaku seni Batang dan dinas terkait agar peyelenggaraan ini bisa direalisasikan dan Batang bisa terkenal  sebagai pusat seni  dan budaya, pendidikan, investasi dan tahun kunjungan wisata 2022 bisa terwujud dengan Tagline Heaven Of Asia.

“Coba nanti kita kaji lagi, kira-kira kekuatan di Batang itu apa, barangkali bisa laut atau gunung. Kalau gunung kita ambil yang punya sejarah, misalnya kita punya Sojomerto barangkali itu bisa, atau Pagilaran Festival atau bahkan laut dengan bahari festival”, pungkas Bupati Batang, Wihaji.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Taufiq, mengatakan terimakasih sekali kepada para penari baik penari Batik Gringsing maupun Penari Simo Gringsing yang sudah berpartisipasi dalam acara ini.  

"Kedua tari ini mempunyai sejarah  dan memiliki karakter yang diciptakan diawal tahun 2018 dan pernah ditampilkan pada ulang tahun Kabupaten Batang pada bulan April kemarin sebagai ikon seni setelah tari Babalu," kata Achmad Taufiq.

Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ikut berpartisipasi dalam memeriahkan event BIAPF, dengan melibatkan 12 Penari Batik Gringsing dan 12 Penari Simo Gringsing beserta pengrawitnya sebanyak 36 orang yang dapat memukau penonton BIAPF. (Humas/Edo)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial