Batang Rawan Bencana, Wakil Bupati Batang Minta Masyarakat Tangguh Bencana

Batang - Negara Indonesia merupakan negara yang rawan bencana yang bisa terjadi kapan pun dan dimanapun, serta bisa menimpa siapa saja. Sehingga, setiap masyarakat wajib menjadikan dirinya sebagai relawan dan menjadi masyarakat tangguh bencana. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Batang, Suyono saat membuka latihan gabungan Penyelamatan Evakuasi dan Penanganan Pengungsi (PEPP) di Aula Agrowisata PT Pagilaran Kabupaten Batang, Rabu (8/8). 

"Oleh karena itu, masyarakat harus bisa menjadi relawan penyelamatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dengan mengikuti pelatihan penanggulangan bencana, disamping Pemerintah menyiapkan anggaran untuk penanggulangan bencana apabila terjadi sewaktu-waktu," kata Wakil Bupati Batang, Suyono. 

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus  melakukan pelatihan evakuasi dan penangnan pengungsi secara terus-menerus kepada relawan, baik ditingkat kecamatan maupun tingkat desa. Hal ini untuk penguatan penanggulangan bencana agar setiap individu warga masyarakat mampu  menyelamatkan dirinya apabila terjadi bencana, sehingga menjadi masyarakat tangguh bencana. 

"Pemkab Batang masih kekurangan alat pendeteksi dini bencana dan Peralatan dan Perlengkapan Unit-unit Penanganan Bencana Alam (Gempa, Kebakaran, Banjir, Tanah Longsor), sehingga kedepan harus kita prioritaskan karena Batang juga potensi bencana," kata Wakil Bupati Batang, Suyono. 

Dijelaskan juga oleh Wakil Bupati Batang, untuk penanggulangan bencana kita sudah anggarkan melalui BPBD sebanyak Rp1 miliar, dan apabila memang di pandang kurang bila terjadi bencana Pemkab sudah menyiapkan dana tak terduga untuk penangnan bencana. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan, sangat mengapresiasikan relawan Kabupaten Batang yang diharapkan dapat terus memiliki integritas karena definisi relawan adalah sukarelawan yang bekerja secara ikhlas membantu sesama. 

"Pelaksanaan latihan gabungan ini melibatkan 100 orang dari perwakilan Kodim 0736/Batang, Polres Batang, dan Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Batang," jelas Sarwa Pramana. 

Apresiasi ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, karena melibatkan disabilitas yang ikut dalam pelatihan pelatihan PEPP, dan harus terus kita libatkan, karena disabilitas tidak mau dijadikan obyek. 

"Mereka punya kemampuan dan kapasitas dan keinginan untuk bisa membantu dan bermanfaat bagi orang lain," jelasnya. 

Dijelaskan pula bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah memiliki relawan disabilitas yang diberangkatkan ke lokasi bencana NTB untuk bergerak di bidang psikososial dan kita juga sudah punya unit lidi yang hampir 50 persen kabupaten dan kota membentuk, hal ini dalam  rangka memfasilitasi kelompok rentan. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial