Bupati Batang : Maknai 73 Tahun Indonesia Merdeka dengan Menggugah Semangat Membangun Bangsa

Bupati Batang Wihaji membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menjadi Inspektur Upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-73 di Alun-alun Kabupaten Batang, Jum'at (17/8).

Batang - Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 diharapkan tidak hanya seremoni saja, tetapi hendaknya dapat menggugah semangat rakyat Jawa Tengah khususnya dan Indonesia pada umumnya, untuk senantiasa membangun bangsa dan tanah air Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Batang, Wihaji saat membacakan amanat tertulis dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam rangka upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang dihadiri Wakil Bupati Suyono, Dandim 736/Batang Letkol Kav Henri RJ Napitupulu, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, Forkopimda, Alim Ulama dan seluruh peserta upacara di Alun-alun Kabupaten Batang, Jumat (17/8).

Bupati Batang Wihaji menyampaikan, sebagai Bangsa Indonesia kita bersyukur karena telah 73 tahun menghirup udara kemerdekaan lepas dari belenggu penjajahan. Demikian pula masyarakat Jawa Tengah turut berkhidmat melaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

“Ada nuansa kebahagiaan rakyat dalam setiap menggelar lomba dan seni budaya serta kreasi lingkungan yang makin semarak diselimuti rasa kegotongroyongan ditunjukkan saat membersihkan dan menghias kampung. Tapi lebih dari itu, semua hingar bingar perayaan itu adalah perasaan bangga dan cinta rakyat kepada “Ibu Pertiwi",” ungkap Bupati Batang, Wihaji.

Tak elok rasanya, lanjut Bupati Batang, jika di antara anak bangsa masih ada yang saling menebar kebencian, fitnah dan menyebar berita yang belum pasti kebenarannya karena sebuah perbedaan. Selayaknya keragaman yang ada harus dapat diterima sebagai sebuah kekayaan dan berkah alam. 

“Justru di dalam perbedaan pasti terdapat keindahan,” sanjung Bupati Batang, Wihaji.

Bupati Batang berpesan, agar sebagai warga negara yang baik, harus ikut bersama-sama menjaga dan merawat capaian-capaian Pemerintah melalui beragam cara positif yang bisa dilakukan. Rakyat harus meneladani sikap-sikap kejuangan yang ditanamkan para pahlawan, terapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

“Selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas, mempunyai tata krama dan toleransi dalam bermasyarakat,” ucap Bupati Batang, Wihaji.

Bupati Batang mengharapkan, ketika melaksanakan beraneka ragam lomba, ada sentuhan-sentuhan yang bernuansa pendidikan. Meskipun terkesan lucu, namun ada pesan yang mendidik, sehingga budaya itu tetap membekas di hati generasi muda.

Sementara Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Batang, Anwar Hidayat mengutarakan, sebagai bangsa Indonesia harus memiliki kekuatan dalam menghadapi segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi di masa depan.

“Generasi muda sudah semestinya bisa melaksanakan tugas mengisi kemerdekaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” tutur Anwar yang ikut berjuang merebut kemerdekaan di masa Belanda.

Anwar berpesan kepada seluruh pemuda melaksanakan tugas sebaik mungkin, agar Negara Indonesia menjadi lebih baik dari negara lainnya. Jangan sampai para pejuang yang telah berkorban dan mendahului kita merasa sedih, karena generasi mudanya tidak peduli dengan jasa para pahlawan.

“Ingatlah, bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai para pejuangnya,” tegas Anwar Hidayat. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis
Lihat Berita Foto dari Berita ini

Bagikan ke Jejaring Sosial