Kirab Satu Negeri, Satukan Elemen Bangsa

Bupati Batang Wihaji melepas Sahabat Ansor Kota Pekalongan untuk membawa Bendera Petaka dalam rangka Kirab Satu Negeri dari Halaman Kantor Bupati Batang, Minggu (7/10).

Batang - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Batang melaksanakan Kirab Satu Negeri sesuai arahan dari Pimpinan Pusat GP Ansor, yaitu untuk mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan yang selama ini diraih oleh para pendahulu, harus dijaga, dipertahankan dan dirawat.

“Serta menyatukan seluruh elemen bangsa, bahwa sesungguhnya tujuan kita ini sama, membela bangsa Indonesia,” tegas Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang Maulana Yusuf di Pendopo Kantor Bupati Batang, Minggu (7/10).

Maulana mengungkapkan, Kabupaten Batang dilewati oleh Zona Merauke dengan “Pasukan Pembawa Bendera Pataka” yang dijemput  di perbatasan antara Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang. Selanjutnya secara estafet Bendera Pataka akan dibawa menuju ke Kota Pekalongan oleh “Sahabat Banser” Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banjarnegara hingga ke Kabupaten Magelang dan puncak acara akan digelar pada 26 Oktober bertempat di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“GP Ansor Kabupaten Batang melibatkan 400-500 “Sahabat Banser" untuk membawa Bendera Petaka dari Kecamatan Gringsing, Kecamatan Banyuputih hingga sampai ke Pendopo Kantor Bupati Batang,” ungkap Maulana.

Menurutnya, Kirab Satu Negeri ini memang inisiatif pribadi Pimpinan Pusat GP Ansor, melihat situasi dan kondisi saat ini banyak kelompok-kelompok kecil mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh karena itu, GP Ansor mengingatkan kembali bahwa Merah Putih harus berkibar lebih tinggi dari apapun,” katanya.

Maulana kembali mengingatkan bahwa GP Ansor adalah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang bergerak di bidang sosial. Kami berharap kepada Sahabat Ansor dan Banser se-Kabupaten Batang, hendaknya ikut berpartisipasi menjaga Kondusivitas, terlebih menjelang Tahun Pemilu, terdapat gesekan-gesekan antar anak bangsa.

“Saya menginstruksikan kepada Sahabat Ansor dan Banser se-Kabupaten Batang agar tidak ikut masuk ke dalam gesekan-gesekan itu,” pungkas Ketua PC GP Ansor Kabupaten Batang, Maulana Yusuf. 

Ditemui di tempat yang sama, usai melepas keberangkatan Sahabat Banser Kota Pekalongan dalam Kirab Satu Negeri, Bupati Batang Wihaji mengungkapkan kebanggaannya menyaksikan Kirab Satu Negeri yang diinisiasi oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dengan membawa pesan bahwa kita semua sama, bahwa NKRI adalah Harga Mati.

“Siapapun mereka yang ingin merusak dan merongrong keutuhan NKRI, pasti akan kita lawan,” tegas Bupati Wihaji.

Bupati berpesan kepada anak-anak muda agar tidak mengecewakan para pahlawan yang telah mengorbankan harta, benda dan nyawa demi merebut kemerdekaan Indonesia. 

“Supaya tidak mengecewakan, isilah Indonesia dengan hal-hal yang baik, termasuk mau melawan siapa saja yang ingin merongrong terhadap keutuhan NKRI,” pungkas Bupati Batang Wihaji.

Kirab Satu Negeri dilakukan serentak di seluruh nusantara melalui lima zona, mulai dari Zona Sabang, Merauke, Rote, Miangas.

Turut hadir dalam acara itu Bupati Batang Wihaji,  Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Achmad Taufiq, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tulyono, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Zainul Iroqi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PC GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda muhammadiyah  (Kokam), Pemuda Pancasila dan Batang Resque. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial