Batang Miliki 9 Ancaman Potensi Bencana

Batang - Kabupaten Batang dengan wilayah geografis laut, daratan dan pegunungan memiliki berbagai ancaman bencana yang bisa melanda kapan pun. 

"Ada sembilan ancaman bencana di Kabupaten Batang diantaranya banjir, rob, abrasi, angin puting beliung, tanah longsor, gas beracun, gempa bumi, kekeringan, dan kebakaran," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Ulul Azmi saat Tasyakuran dan Pemberiaan Penghargaan kepada relawan yang telah bertugas di Lombok di ruang BPBD Kabupaten Batang, Senin (8/10). 

Untuk mengurangi resiko bencana lanjut Ulul, untuk kesiapsiagaan rutin melakukan pelatihan mitigasi bencana kepada relawan maupun masyarakat. Kita juga sudah membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang terdiri dari Polres, Kodim, dunia usaha, masyarakat relawan dan dinas instansi terkait. 

"Manakala menghadapi bencana mereka sudah siap, sehingga dapat mengurangi resiko yang terjadi," jelas Ulul. 

Dijelaskan pula bahwa BPBD sedang menyusun kajian resiko bencana yang di biayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sehingga terwujud tentang peta rawan bahaya bencana dan peta terdampak bencana, bertujuan untuk membetikan informasi serta edukasi kepada masyarakat bagaimana menghadai bencana dan mengurangi resiko bencana. 

"Setelah mendapatkan peta rawan bahaya bencana dan peta terdampak kita akan memasang early warning system di titik yang rawan," katanya. 

Bupati Batang Wihaji juga meminta agar Kabupaten Batamg memiliki data kepastian potensi bencana, sehingga kita tahu ada berapa potensi rawan untuk mempersiapkan dan harus kita lakukan. 

"Kalau kita sudah miliki data potensi bencana, mau kejadian bencana apapun kita sudah siap, baik sistem maupun keterampilan relawannya," kata Bupati Batang, Wihaji.

Anggaran penanggulangan bencana bukan menjadi prioritas, karena jika kita anggarkan besar malah terjadi bencana, tapi yang lebih penting persiapan kita menghadapi bencana dan apa yang menjadi kebutuhan publik kita utamakan karena keterbatasan anggaran Pemkab.

"Komitmen kita ada anggaran atau tidak kalau ada kejadian bencana pasti kita siap, karena nanti ada regulasi untuk membantu yang kena bencana," kata Bupati Batang, Wihaji.

Dalam kesempatan ini Bupati Batang Wihaji berkesempatan memandikan mobil pick up operasional BPBD, yang merupakan bantuan dari BNPB serta menyerahkan piagam penghargaan dan apresiasi kepada relawan yang telah bertugas bencana gempa bumi di Lombok. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial