Berkah dari Kunjungan Kerja Bupati Batang

Batang - Kunjungan Kerja Bupati Batang Wihaji bersama Wakil Bupati Batang Suyono, menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di Desa Sendang, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Rabu (10/10).

Dalam program Ngudoroso, dua pasangan Pimpinan Daerah ini berkunjung ke desa dan rumah warga. Kehadirannya pun membawa buah tangan bantuan untuk masyarakat desa seperti 375 kg beras untuk 25 kepala keluarga, bantuan tabungan pelajar 10 siswa SD masing - masing menerima Rp 250 ribu, 10 siswa SMP masing -masing Rp500 ribu. 

Penyandang disabilitas tidak luput dari bantuan Bupati yang memberikan 60 kursi roda dan 61 alat bantu dengar, bantuan  modal usaha keluarga miskin untuk 10 orang, 10 anak yatim piatu dan bantuan untuk rumah terkena bencana longsor sebesar Rp2 juta, rehab rumah warga rentan sosial dari PMI sebesar Rp10 juta. 

Bupati Batang juga menjanjikan bantuan rehab rumah tidak layak huni pada tahun depan yang mengalokasikan 15 rumah untuk Desa Sendang.

"Karena keterbatasan anggaran tahun 2019 saya alokasikan untuk 15 RTLH dari permintaan bantuan 50 rumah," kata Bupati Batang, Wihaji di hadapan ratusan warga Desa Sendang. 

Bupati Batang juga  menjelaskan bahwa kucuran uang Pemerintah untuk pembangunan Kecamatan Tersono 2018 mencapai Rp27 miliar  yang berasal dari dana desa, aspirasi dewan Kabupaten dan provinsi sehingga pembangunan infrastruktur harus sudah baik. 

Dalam kesempatan ini, Marur, warga Desa Harjowinangun Barat yang ikut hadir menanyakan beras sejahtera (Rastra) untuk masyarakat miskin tidak layak konsumsi. 

"Rastra yang warga kami terima tidak layak konsumsi, saya minta beras yang baik agar masyarakatnya sehat," pintanya 

Suharyanti, kepala SMPN 2 Tersono, meminta bantuan penguat sinyal, karena sekolah saya mendapat bantuan seperangkat Teknolgi Informasi Komunikasi (TIK) untuk mlaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. 

"Di sekolah kami belum ada jaringan internet kami harap Pemkab membantu jaringan internet," pintanya. 

Dalam jawabannya Bupati Batang, mengatakan beras sejahtera merupakan kebijakan dari pusat namun, apabila ditemukan tidak layak jangan diterima dan dikembalikan. 

"Kebijakan Pemerintah pusat merubah bantuan rastra menjadi bantuan non-tunai dengan menggunakan kartu kombo senilai Rp110 ribu untuk transaksi di e-warung berupa beras, minyak gula dan kebutihan pokok lainya," jelas Bupati Batang, Wihaji. 

Bupati Batang menjelaskan, adapun permasalahan jaringan internet diakuinya ada beberapa desa yang lokasinya kosong untuk sinyal, namun demikian Pemkab akan berupaya dengan cara memasang beberapa penguat alat sinyal. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial