Bupati Batang Minta Percepatan Raperda Perimbangan Ketenagakerjaan

Batang - Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang perimbangan ketenagakerjaan yang dicanangkan oleh Bupati Batang, Wihaji agar segera dibuat draftnya. Pasalnya, diyakini Kabupaten Batang akan dibanjiri oleh Investor untuk mendirikan usahanya. 

Karena, selain kita memiliki sarana dan prasarana pasokan listrik, infrastruktur yang memadai seperti jalan pantura dan tol, kita juga punya pelabuhan yang siap di operasionalkan. 

"Raperda Perimbangan Ketenagakerjaan bukan ego sektoral, tetapi ini lebih pada melindungi dan keperpihakan Pemkab, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terlibat dalam pertumbuhan industri dan ekonomi," kata Bupati Batang, Wihaji seusai membuka acara Sosialisasi Perundang - undangan di Kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Batang, Rabu (7/11). 

Diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lanjutnya, dapat bergerak cepat untuk melahirkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) perimbangan ketenagakerjaan. 

"Regulasi itu kan berpihak kepada tenaga kerja Kabupaten Batang, tetapi juga jangan bertentangan dengan undang - undang diatasnya," pintanya. 

Dijelaskan juga bahwa regulasi harus ada aturan yang bermanfaat bagi masyarakat Batang, sehingga ketika ada sesuatu yang tidak berpihak pada masyarakat ada payung hukum yang melindunginya. 

"Dalam pembangunan pelabuhan Batang pun kita masih menggodok MoU dan regulasinya agar bermanfaat bagi Kabupaten Batang," ujarnya. 

Dengan beroperasinya pelabuhan sambungnya, akan ada hiruk pikuk perekonomian, dan ada potensi kita untuk menarik retribusi sebagai Pendapatan Asli Daerah dan tenaga kerja bongkar muat. Oleh karena itu, harus ada regulasi sebagai payung hukum dan hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada pungli di Pelabuhan nantinya serta tenagakerjaan kita bisa terserap di sana. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial