250 Pecandu Narkoba Sudah di Rehabilitasi

Batang - Maraknya penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Batang membuat resah Bupati Batang Wihaji, pasalnya menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah 250 orang telah di rehabilitasi dan tidak menutup kemungkinan korban narkoba masih banyak yang belum terdeteksi. 

"Setiap kali saya berkunjung ke masyarakat selalu menyempatkan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba, yang kali ini kita sosialisasi di SMPN 1 Warungasem," kata Bupati Batang, Wihaji saat mensosialisasikan Bahaya Narkoba di SMP N 1 Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (8/11). 

Dijelaskannya, penyalahgunaan narkoba sekarang peredarannya sudah sampai ke anak - anak sekolah, oleh karena itu saya harus gencar mencegahnya. 

"Tiap kali sosialisasi di sekolah kita tindaklanjuti koordinasi dengan BNN untuk pembinaan sekaligus rehabilitasi, dan jangan dimarahi karena mereka adalah korban," terangnya. 

Kejahatan narkoba lanjutnya, menjadi musuh utama setelah teknologi, karena akan merusak generasi bangsa karena tidak melihat kalangan agama, miskin atau kaya bisa terkena. 

"Oleh karena itu, lebih baik melakukan pencegahan preventif daripada nanti terkena masalah hukum dan menjadi korban ketergantungan narkoba," jelasnya. 

Kepala Seksi Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Batang, Andi mengatakan kami secara intens melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diberbagai komunitas, organisasi masyarakat sampai ke sekolah - sekolah. 

"250 orang pecandu dan korban narkoba yang sudah di rehabilitasi, kita tidak saja berhenti di rehabilitasi masih ada pasca rehab yaitu terapi community, home visit, grup family," sambungnya. 

Dijelaskan juga bahwa program rehabilitasi pecandu dan korban gratis, tanpa proses hukum, karena hukumannya wajib direhabilitasi medis maupun sosial. 

"Selama ini masyarakat pengguna dan korban narkoba belum berani melaporkan diri kepada pihak BNN, padahal menurut Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial," ujarnya.

Para pecandu, korban narkoba kita rahasiakan dan tidak kami ekspose, untuk rujukan narkoba yang  sudah bekerjasama yaitu Rumah Sakit QIM, RSUD Kalisari Batang, Klinik Sehat Mandiri BNN kabupaten Batang, klinik Bhaitulikhsan Gringsing, Klinik Medis Center Limpung dan Puskemas Bandar I. BNN punya kewajiban membina dan mengawasi bagi pecandu yang sudah di rehabilitasi, agar berfungsi kembali sebagaimana masyarakat yang sehat. 

Adapun peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Batang yaitu sabu, ekstasi, ganja, namun dari itu lebih banyak obat-obatan daftar G diantaranya, Tramadol, Trihexyphenidyl, Somadril/Carisoprosdol.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 1 Warungasem mengatakan, pihak sekolahan menanggapi penyalahgunaan narkoba tidak main - main dan selalu intensif melakukan deteksi sedini mungkin serta berkala melakukan razia ke siswa. 

"Sekolahan kami sudah kami bentengi yang bekerja sama dengan BNN apabila ada yang terkena untuk tidak dikeluarkan dari sekolah, tapi dilaporkan yang selanjutnya ada penanganan khusus untuk direhabilitasi," jelasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial