Oktober 2019, PLTU Batang Siap Beroperasi

Batang - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Rini Sumarno mengatakan, walaupun sempat berdarah - darah dalam pembebasan lahannya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x1000 Mega Watt, progresnya sangat baik, karena proyek ini sudah lama diproses sebelum Presiden Joko Widodo memimpin.

"Memang proyek ini tertahan oleh banyak hal, terutama masalah pembebasan lahan cukup berat, tapi alhamdulilah bisa berjalan dengan lancar," kata Menteri BUMN, Rini Sumarno saat mengunjungi lokasi PLTU di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (4/12/2018). 

Dijelaskan pula bahwa rencananya bulan Oktober 2019 akan diuji coba pengoperasian, namun baru 1000 Mega Watt untuk mengaliri listrik Jawa - Bali yang akan menolong divisit listrik.

"PLTU menjadi kesempatan besar bagi Kabupaten Batang bagaimana memanfaatkan industri supaya bisa berkembang di Batang, karena listriknya cukup, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja," terangnya. 

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, dengan adanya sumber energi listrik di Batang ratusan investor sudah banyak yang mengantri, baik penanam modal dalam negeri maupun luar negeri. 

"Belum lama ini dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2018 saya sudah menandatangani Letter Of Intent (LOI) dengan tiga perusahaan yang nilai investasinya mencapai Rp8,56 triliun, yang akan menyerap tenaga kerja sebanyak 5000 tenaga kerja,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir dari PT Bhimasena Power Indonesia, progres proyek PLTU yang berkapasitas 1.000 Mega Watt x 2 unit dengan nilai kontrak sebesar Rp4,2 miliar USD ini mencapai 57,2 persen per 25 September 2018 dengan target pengoperasian unit 1 pada Mei 2020 dan unit 2 pada November 2020. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial