Miliki Sejarah Sukses, Batang Jadi Sentra Budidaya Bawang Putih

Batang - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Migayani Thamrin mengatakan, Pemerintah pusat telah menunjuk Kabupaten Batang sebagai salah satu daerah di Jawa Tengah yang menjadi pusat budidaya bawang putih dan kedepan ditargetkan menjadi pusat budidaya dan pengembangan, saat Bimbingan Teknis Budidaya Bawang Putih di Hotel Dewi Ratih Kabupaten Batang, Selasa (4/12/2018).

“Batang memiliki potensi besar, karena memiliki sejarah keberhasilan menjadi sentra bawang putih, di tahun 1990-an kita pernah sukses menanam bawang putih,” terangnya.

Sejarah ini semoga akan terulang kembali lanjutnya, karena tanahnya cocok menjadi daerah pengembangan bawang putih yang menguntungkan petani. Selain Batang, juga ada daerah lain seperti Magelang, Karanganyar, Tegal, Temanggung, dan Pemalang yang ditunjuk oleh Pemerintah pusat. 

“Pemerintah pusat telah memberikan bantuan berupa benih dan sarana prasarana untuk mendukung program ini dengan luas lahan 50 hektar. Ada juga bantuan benih dan sarana prasarana dari importir dengan target luasan lahan bisa mencapai 500 hektare,'' ujarnya. 

Dijelaskan pula, bahwa Pemerintah pusat menargetkan pada tahun 2021, Indonesia bisa swasembada bawang putih. Saat ini dari kebutuhan 400 ribu ton di tingkat nasional, 95% itu masih impor. Impor bawang putih paling besar berasal dari China. Disana harganya murah sekali, tapi di Indonesia dijual mahal. 

Di China, lanjutnya, harga bawang putih paling sekitar Rp10 ribu, tapi di Indonesia bisa dijual Rp40 ribu. Terdapat selisih harga sangat jauh dan jika Indonesia bisa memenuhi kebutuhan bawang putihnya sendiri, akan melepaskan diri dari ketergantungan pada impor, sekaligus bisa mensejahterakan petani. 

''Ada peluang ekonomi besar dan harus bisa kita tangkap. Butuh kerjasama dari semua elemen, termasuk juga kesungguhan dari petani. Dari pembibitan sampai pasca panen harus kita kuasai, sehingga kedepan Indonesia bisa swasembada bawang putih,'' harapnya. 

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pemerintah daerah siap memfasilitasi petani untuk mendukung keberhasilan program budidaya bawang putih. Seperti dari sisi ketersediaan benih dan mencarikan pasarnya. 

“Jangan sampai setelah Bintek tidak ada dampaknya bagi program yang ada. Namun, harus memastikan petani mendapat kemudahan serta keuntungan ketika diajak mengikuti Bintek yang digelar,” tegasnya.

Bupati juga mengharapkan, harus ada jaminan modal untuk petani dalam pembudidayaan dan pengembangan bawang putih. Selain itu, pasarnya kemana saja harus jelas.

“Jadi setiap Bintek harus dihadirkan perwakilan Perbankan maupun pembelinya,'' jelasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial