Bupati Batang : Jangan Segan Bertanya Ke Bawaslu Agar Tidak Melanggar Aturan

Batang – Dalam memprioritaskan pencegahan, jangan segan untuk bertanya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) supaya tidak melanggar aturan, karena kondusifitas dan masa depan Kabupaten Batang lebih penting.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Batang, Wihaji saat memberikan sambutan dalam rangka Publikasi Laporan Kinerja Pengawasan Tahapan Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Batang, Kamis (3/1/2019).

“Karena substansinya, tahun demokrasi merupakan tahun dimana kita menyampaikan aspirasi untuk Pemilihan Legislatif dan Eksekutif secara serentak dengan 14 partai peserta Pemilu,” ujar Bupati Batang, Wihaji.

Dikatakannya, proses demokrasi itu tahapan saja yang harus dilalui dan ini bagian dari amanah Undang-Undang, karena itu harapannya khususnya kepada Partai Politik (Parpol) untuk sering bertanya kepada Bawaslu, sehingga tahu aturannya apa yang tidak boleh dan apa yang boleh.

“Tahun demokrasi ini Kabupaten Batang termasuk Kabupaten yang terkenal kondusif, saya yakin karena masing-masing Parpol sudah luar biasa memberikan kontribusi terhadap demokrasi dan sesuai dengan amanah Undang-Undang,” sambungnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Batang, Achmad Soeharto mengatakan, Bawaslu sebagai badan penyelenggara pemilu telah melaksanakan tugas-tugas seperti strategi pencegahan dan strategi penindakan.

“Jumlah dugaan pelanggaran yang ditangani oleh Bawaslu Kabupaten Batang sejak bulan Oktober – Desember sebanyak 6 pelanggaran dengan rincian 3 dugaan pelanggaran administratif dan 3 dugaan pelanggaran dana pemilu, pelanggaran administrasi dikarenakan kampanye tanpa disertai Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), dugaan pelanggaran dana Pemilu antara lain berupa iklan kampanye di luar jadwal dan money politik,” jelasnya.

Ia mengatakan hasil pengawasan Bawaslu di Kabupaten Batang berjumlah 3.636 yang tidak memenuhi syarat, dengan rincian 1.016 data invalid dan 894 pemilih baru. Adapun Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP 2) di Batang berjumlah 606.290 pemilih dengan rincian 302.837 laki-laki dan 303.453 perempuan.

“Pengawasan pencalonan dari 16 Parpol yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Kabupaten Batang yang menjadi peserta pemilu hanya 14 Parpol yang mencalonkan anggota DPRD Kabupaten Batang, dengan jumlah calon yang terdaftar sebanyak 393 calon dengan daftar caleg tetap sejumlah 385 calon dan 8 orang lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat atau mengundurkan diri,” terangnya.

Indeks kerawanan pemilu di Kabupaten Batang Tahun 2019 lanjutnya, termasuk tidak tinggi juga tidak rendah artinya masih dalam wilayah yang sedang. Penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil tentu menjadi pra-syarat dimana Bawaslu tidak boleh main mata dengan peserta pemilu, artinya integritas menjadi hal utama karena jika dilanggar pasti akan berurusan dengan Dewan Kerja Kehormatan Pemilu. (MC Batang, Jateng/Ardhy)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial