31 Kasus DBD, Dinkes Batang Gencar Lakukan Fogging

Batang - Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batang yang dalam satu bulan terakhir mencapai 31 kasus dengan salah satunya meninggal dunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang gencar melakukan fogging atau pengasapan ke rumah-rumah warga. 

"Hampir wilayah pantura masuk dalam endemik Demam Berdarah seperti Kecamatan Batang, Warungasem, Kandeman, Tulis, Subah, Banyuputih dan Gringsing," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Farikhun saat melakukan fogging di Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Senin (4/2/2019). 

Untuk saat sekarang permintaan fogging cukup banyak lanjutnya, kita hanya memiliki tiga petugas fogging dan enam alat. Namun, karena minimnya petugas dan peralatan tidak serta merta kita langsung ada tindakan, tapi kalau sudah ada pelaporan dan permintaan kita akan jadwalkan pelaksanaannya. 

"Kita prioritaskan yang ada kasus  secepatnya akan melakukan tindakan fogging, seperti Kemarin Sabtu (2/2) Desa Botolambat Kecamatan Kandeman karena sudah ada pelaporan dan kasus DBD yang berakibat satu orang meninggal dunia," jelasnya.

Berdasarkan data di 15 kecamatan, hanya kecamatan Gringsing, Blado, Reban yang belum ada kasus DBD, namun demikian belum tentu juga tidak ada karena data ini merupakan laporan dari pihak rumah sakit yang ada di Batang. 

"Oleh karena itu, saya akan membuat surat ke rumah sakit di luar Kabupaten Batang, kalau ada warga Batang yang terkena DBD untuk segera dilaporkan ke Dinkes, sehingga kita segera melakukaan tindakan fogging secepatnya," terangnya. 

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk peduli dengan lingkungan, karena  lingkungan kotor salah satu pemicu adanya endemik DBD. 

"Kalau masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan endemik DBD tidak akan ada, karena sekarang menggerakan masyarakat untuk gotong royong kerja bakti sangat sulit," harapnya. 

Pengasapan adalah sebuah teknik yang dipakai untuk membunuh para serangga yang melibatkan pemakaian semprotan pestisida murni yang diarahkan oleh sebuah pompa udara. Dalam beberapa kasus, uap air panas dipakai untuk menyemprot dan didiamkan dalam waktu yang lama.

Dalam tempat terpisah, Bupati Batang Wihaji juga meminta kepada Dinkes Kabupaten Batang, untuk segera melakukan fogging terutama di daerah - daerah yang kemarin terdampak banjir.

"Kalau memang desa atau kelurahan terdampak banjir perlu di fogging, segeralah melaporkan agar segara dilakukan tindakan pencegahan, hal ini agar tidak memperbanyak kasus DBD," pintanya. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial