Pelabuhan Batang Siap Tampung Barang Curah Kering

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) dalam rangka pemanfaatan pelabuhan Batang supaya dapat digunakan untuk menampung barang-barang curah kering yaitu batubara, semen dan pasir di Ruang Abirawa Kantor Kabupaten Batang, Rabu (6/2/2019).

Bupati Batang Wihaji mengatakan, Pemkab Batang melakukan penandatangan nota kesepahaman dalam hal kebermanfaatan pelabuhan Batang dengan beberapa persyaratan yang harus terpenuhi.

“Syaratnya, ketika memperoleh kebermanfaatan itu tidak boleh melanggar aturan dan harus sesuai dengan peruntukannya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemda bersama Kemenhub harus memanfaatkan pelabuhan sesuai peruntukannya. Disebabkan Pemda juga memiliki tanah di dalam pelabuhan tersebut, maka akan dipinjamkan secara teknis antara Dinas Perhubungan Kabupaten Batang dengan Pelabuhan Batang.

"Pelabuhan Batang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan transportasi, khususnya barang-barang curah seperti semen, pasir dan sejenisnya. Dan manfaat bagi Pemkab, dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan tetap tidak melanggar aturan perundang-undangan," sambungnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Direktorat Perhubungan Laut Kemenhub RI, Difla Oktaviana menegaskan, pelabuhan Batang hanya untuk menampung barang-barang curah. Misalnya, untuk barang-barang curah kering seperti batubara, semen dan pasir.

“Sementara ini, pihak Pemkab berkonsentrasi pada barang-barang curah kering terlebih dahulu. Andai kata di kesempatan berikutnya akan ada penambahan fungsi untuk transportasi massal, tentu memerlukan pengkajian lebih mendalam. Sebab jika antara pelabuhan barang digabung dengan transportasi massal, akan berdampak pada polusi lingkungan,” paparnya.

Masyarakat Batang harap sabar menanti, karena saat ini Pemkab harus melalui beberapa proses. Sedangkan untuk izin operasi harus menunggu, sebab kewenangannya ada pada Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Pelabuhan Batang, Fachrudin menambahkan, aktivitas uji coba di pelabuhan Batang setiap harinya sudah digunakan untuk kegiatan menampung pasir dan batu split. 

“Setiap bulannya ada sekitar 10 kapal yang bersandar di Pelabuhan Batang dengan ukuran tiap kapalnya mencapai 300 gross ton,” tuturnya. (MC Batang, Jateng/Heri)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial