Musrenbang Wilayah Regional Pekalongan, Bupati Batang Usulkan Rp111,5 Miliar

Batang - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Wilayah regional Eks Kerasidenan Pekalongan di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (13/3/2019). 

Bupati Batang Wihaji dihadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengusulkan total bantuan keuangan untuk rencana pembangunan Tahun 2020 sebesar Rp111,526,500,00,00.

"Dari total ini untuk pemeliharaan ruas jalan Pantai Jodo - Krengseng Kecamatan Gringsing sebesar Rp5 miliar guna mendukung akses ekonomi, pariwisata, pendidikan dan pertanian," katanya.

Tidak hanya itu, Bupati juga mengusulkan peningkatan ruas Jalan Tambakboyo - Pacet Kecamatan Reban sebesar  Rp7 miliar, pemeliharaan ruas Jalan Bandar- Limpung Rp10,5 miliar, pemeliharaan Ruas Jalan Bandar - Tulis Kecamatan Bandar Rp24,7 miliar, pemeliharaan ruas jalan Surodadi - Pujud Kecamatan Gringsing Kecamatan Gringsing Rp7,4 miliar, dan peningkatan ruas jalan Tulis - Batiombo Kecamatan Tulis Rp10,6 miliar. 

"Untuk rehabilitasi jaringan irigasi Kenconorejo, Kecamatan Tulis Rp1,5 miliar untuk Bendungan, bangunan air Panjang saluran 800 m, pelebaran jalan Gringgingsari - Silurah Kecamatan Wonotunggal Rp5,4 miliar sepanjang 9,6 km," pintanya. 

Ia juga mengusulkan pengembangan perikanan kelautan dan peternakan meliputi pembangunan kolam finishing Kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sigandu Batang dengan total dana Rp9,9 miliar, pembangunan ini untuk mengatasi konflik nelayan dan pengusaha galangan kapal. Pemasangan pelindung pantai Sigandu - Ujungnegoro dengan material Geotekstile lanjutan 2019 Pantai Sigandu - Ujungnegoro sebelah barat Dolphin Rp9,7 miliar. Pembangunan Taman Edukasi Maritim Sigandu Rp19,5 miliar untuk edukasi kemaritiman. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengatakan Musrenbang memang terkadang tidak menarik, dan menariknya kalau sudah eksekusi antara bisa membangun dan tidak karena ada usulan dari masyarakat harus diperjuangkan. 

"Maka untuk lebih fokus Musrenbang tingkat Jawa Tengah tidak saya kumpulkan di Provinsi, tapi kita laksanakan per regional atau karesidenan, ini sudah kali keenam," jelas Ganjar Pranowo yang didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin. 

Ia juga meminta Kabupaten dan Kota dalam pembangunanya harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan melihat aspek lingkungan, sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan gugatan dari masyarakat. Pemkab juga harus memiliki sistem respon cepat apa yang yang menjadi keluhan masyarakat. 

"Bonus demografi sudah terjadi di Jawa Tengah, banyak usia produktif di sekitar kita, maka kita harus merubah pola pikir mereka untuk dilatih menjadi enterplaner dengan penguatan Informasi Teknologi, karena sekarang jamannya pasar dunia maya atau pasar online, " pintanya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial