Raimuna Binwil Karesidenan Pekalongan, Wujud Terampil, Karakter, dan Berbudaya

Batang – Ratusan Penegak dan Pandega dari Kabupaten/Kota se-Karesidenan Pekalongan, mengikuti Raimuna Wilayah Tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Binwil Pekalongan Tahun 2019 di Lapangan Jl. Dr. Soetomo Kabupaten Batang, Rabu (13/3/2019).

Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka. Raimuna diselenggarakan mulai dari tingkat Kwartir Ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional.

Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, selaku pembina upacara mengatakan, Raimuna merupakan salah satu wujud jiwa terampil, berkarakter, dan berbudaya.

“Raimuna juga akan ada edukasi dan sosialisasi untuk keterampilan karena ini regional Pekalongan tentu wilayah yang sangat terkenal dengan batiknya ini, nantinya akan diajari juga untuk keterampilan membatik dengan harapannya lahir seorang wirausaha atau pengrajin yang bisa mendunia,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Batang Wihaji menjelaskan bagi peserta Raimuna yang sebagian besar merupakan kaum millenial untuk menggunakan teknologi khususnya handphone agar digunakan untuk hal yang bermanfaat.

“Pengaruh handphone sangat luar biasa, jika salah penggunaannya akan mempengaruhi dan menjerumuskan otak kita, apalagi sekarang banyak ujaran kebencian dan berita hoax yang penyebarannya melalui handphone,” ujarnya.

Kemudian lanjutnya, untuk menjauhi dan menghindari narkoba, karena yang merusak negara ini salah satunya adalah narkoba.

“Harapan saya jangan sampai ada para penegak Raimuna termasuk yang seperti itu, hindari dan jauhi narkoba, selalu ingat salah satu poin penting dari Dasa Dharma Pramuka yaitu suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, jika itu diterapkan maka akan sangat luar biasa pengaruhnya,” pintanya.

Ia menyampaikan dengan Pramuka, maka kedisplinanan, leadership atau kepemimpinan, dan rasa saling tolong menolong akan terbentuk dengan baik. Ketiganya harus dimiliki oleh adik adik para generasi millenial.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono sekaligus selaku Pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Pramuka adalah kepanjangan dari Praja Muda Karana artinya jiwa muda yang suka berkarya jadi kalau pramuka tidak berkarya dan tidak produktif itu pramukanya patut dipertanyakan. Selain itu, Pramuka juga dituntut untuk berinovatif dan produktif.

“Pramuka harus terampil, berkarakter, dan berbudaya, terampil haruis dilandasi dengan pengetahuan, pengalaman dan bisa berinovasi. Berkarakter harus memiliki sifat tertib dan punya komitmen yang tinggi,” jelasnya.

Ia menerangkan, tugas sebagai generasi millenial dan seorang Pramuka adalah menjadi orang yang terdepan, jadi harapannya cinta tanah air, bangsa, dan sesama. Hal ini diwujudkan dalam Empat Komponen Bangsa yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (MC Batang, Jateng/Ardhy)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial