Bupati Batang Sosialisasikan Program 1000 Wirausaha Baru

Batang - Program 1000 wirausaha baru, ditujukan bagi masyarakat Kabupaten Batang yang berminat usaha. Jika yang sudah punya usaha, tapi kekurangan modal, Pemkab memiliki program kredit lunak, dan bagi anak muda yang ingin mempunyai keterampilan kita juga mempunyai program pelatihan kerja di Dinas Ketenagakerjaan. 

Hal ini dikatakan oleh Bupati Batang Wihaji dalam sambutannya usai Tarawih Ukuwah Keliling Bupati Batang putaran ke tiga di Masjid Al Huda Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Senin (13/5/2019). 

"Pelatihan wirausaha dan bantuan modal usaha kredit lunak dengan bunga 7 persen bekerjasama dengan Bank Jateng dengan nilai Rp20 juta - Rp50 juta," sambungnya. 

Ia menjelaskan program kredit lunak untuk memberikan semangat kepada pengusaha baru dalam menjalankan usahanya.

Bupati juga berpesan agar masyarakat Bismo semangat dalam mendidik dan menyekolahkan anaknya, karena banyak program beasiswa dari Pemkab dan Pemerintah Provinsi. 

"Sekolah sangat penting dan menjadi sebuah keharusan, permasalahan nasib anak kita serahkan kepada Allah," ujarnya. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Batang Wihaji juga menjanjikan akan memberikan bantuan Jamban bagi warga, karena Batang intensitas untuk Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tinggi, maka untuk mengurangi dampak penyakit yang ditimbulkan, Pemkab gencar sosialisasikan program jambanisasi. 

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav. Henry Napitupulu dalam kesempatannya mengajak kepada masyarakat Bismo untuk menjaga keamanan di wilayahnya masing - masing. 

"Kondusifitas dan keamanan harus tetap dijaga, sehingga dalam menjalankan ibadah pun kita bisa khusu’, karena mustahil tanpa kondusifitas, kesejahteraan tidak mungkin tercapai,” terangnya. 

Ia juga  meminta kepada seluruh warga untuk berdoa agar Pemilu berjalan aman, sukses, dan lancar. 

Sementara Kapolres Batang AKBP Edy Suranta Sinulingga menghimbau kepada masyarakat desa untuk mengawasi, menjaga anak dan saudaranya dalam menempuh pendidikan agamanya karena terorisme untuk melakukan peran aksinya mengatasnamakan islam yang salah memahami. 

"Fenomena ini menjadi permasalahan besar yang harus menjadi perhatian kita bersama dalam mempelajari agama. Awasi anak kita agar tidak ikut aksi radikalisme yang memanfaatkan atau mengatasnamakan Islam untuk tujuan politiknya," jelasnya. 

Ia juga mengatakan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan radikalisme dan Islam tidak mengajarkan radikalisme, tapi orangnya yang mengajarkan radikalisme, dengan menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian samapai bom bunuh diri. 

Dalam kesempatan ini Bupati Batang Wihaji menyerahkan bantuan yang nilai totalnya mencapai Rp27 juta untuk Rumah Tidak Layak Huni, lansia, disabilitas, anak yatim piatu, janda dan tabungan sekolah. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial