Bupati Batang Sampaikan Program Santunan Kematian Dalam Tarawih Ukhuwah

Batang - Tarawih Ukhuwah Keliling Bupati dan Wakil Bupati Batang, Bupati Batang Wihaji menyampaikan salah satu program unggulan e- sakti atau elektronik santunan kematian yang sudah berjalan hampir dua tahun di Masjid Nurul Iman Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (17/5/2019).

"Aplikasi santunan e-sakti untuk mempermudah bagi masyarakat yang tidak mampu yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan Rp1 juta," jelasnya. 

Program santunan kematian lanjutnya, merupakan kepedulian Pemkab bagi masyarakat tidak mampu, karena kematian membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk tahlilan dan pemakaman. 

"Kalau memang data persayaratanya komplit bisa di hari itu juga langsung dicairkan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Batang di tahun 2019 menganggarkan santunan kematian sebanyak Rp2,6 miliar, adapun yang sekarang sudah disalurkan mencapai Rp750 juta. 

Tidak hanya santunan kematian, bagi anak yatim piatu dianggarkan Rp1,5 miliar untuk diberikan kepada 1.000 anak dan untuk peningkatan kesejahteraan guru Madrasah Diniah, Pemkab memberikan insentif sebesar Rp1.2 juta dalam satu tahun. 

Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga menyarankan agar umat islam untuk memaknai bulan suci Ramadan sebagai bulan yang penuh rahmat, ampunan dan penuh berkah, maka perbanyak ibadah, zakat, sedekah, infak dan amal jariyah. 

"Saya sebagai umat non muslim disetiap tempat menyampaikan hal ini, kalau urusan mendapat hidayah itu urusan saya dengan tuhan," katanya.

Kapolres juga menyampaikan dirinya belajar Islam dari keluarga, karena Kakek dan paman saya seorang muslim taat dan sudah berhaji, dari merekalah yang memberikan pemahaman Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin.

"Oleh karena itu, memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dalam wujud berlomba - lomba memperbanyak amal ibadah, dan kalau punya rezeki berlebih bersedakah, berzakat dan baramal. 

Fokus dan khusus melaksanakan rangkaian ibadah, lanjutnya, bukan berjihad seperti ikut dalam people power yang sudah mengarah pada politis dan ujungnya untuk meraih kekuasaan dan duniawi. 

Ia berharap kalau ada warga yang punya niatan ke Jakarta untuk mengikuti people power, kami minta ulama desa untuk memberikan penjelasan untuk tidak usah ikut berjihad yang menggunakan dalil - dalil agama untuk kepentingan politik tidak kontutisional, bagi segelintir orang hanya untuk meraih kekuasaan. 

"Kalau ada kecurangan dan penolakan hasil pemilu ada mekanisme hukum yang lebih bermatabat jadai jangan  malahmemprovokasi  masyarakat dan gencar  menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong melalui media sosial," kata Kapolres. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial