Forest Kopi, Tempat Nongkrong Syahdu dan Romantis di Batang

Batang - Indonesia merupakan salah satu penghasil biji kopi terbesar di dunia, dan minum kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat di tanah air. Kuliner menyeduh dan menikmati kopi pun sekarang merebak di berbagai pelosok dengan berbagai macam penyajian, properti serta hiburanya. 

Namun berbeda dengan kuliner Forest Kopi Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, yang menawarkan minum kopi diketinggian 1.000 meter di bawah permukaan air laut dengan suhu dingin mencapai 17 derajat. 

Ditambah dengan pesona panorama hutan Pohon Damar yang rindang dibalut dengan properti lampu ketika malam hari, suasana romantis menambah syahdu bagi penikmat kopi untuk berlama - lama menikmati secangkir kopi, sehingga enggan beranjak pergi. Tidak hanya itu, ada juga kuliner sajian makanan bumbu kampung yang memanjakan lidah pengunjung dengan cita rasa khas pedesaan.

Gemerlapnya lampu yang membalut hutan damar menambah suasana menjadi hangat di tengah hutan, sunyinya alam dan desiran angin gunung menenangkan jiwa yang gundah.

Berada sejauh 30 Km dari Kota Batang, namun sangat mudah ditempuh dengan kendaraan sepeda motor maupun mobil. Parkiran kendaraan sngat luas mampu menampung 300 sepeda motor dan 40 mobil. 

Pemilik Forest Kopi Intan Narulita mengatakan, forest kopi menggunakan tanah PT. Perhutani seluas dua hektar dengan menu utama kopi, tapi juga menyedikan coklat panas dengan bermacam - macam varian dan susu. 

"Untuk minuman kopinya sangat terjangkau dengan harga termurah Rp13 ribu hingga Rp18 ribu," kata Intan Narulita saat ditemui di Forest Kopi, Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (8/6/2019).

Tidak hanya menyediakan minuman kopi, lanjutnya, tapi kita juga ada kuliner tradisional dengan bumbu kampung, seperti sayur lodeh, ikan asin, telur dadar, kluban, dan masih banyak lagi lainnya.

"Untuk sementara, Forest kopi belum ada jaringan internet ataupun Wifi, sehingga datang ke sini benar - benar waktunya sangat berkualitas untuk komunikasi dengan keluarga, saudara dan teman sambil menikmati kopi dan makanan," ujarnya. 

Dijelaskan pula, sejak dibuka bulan April 2019 pengunjung di hari biasa biasa mencapai 500 orang dan hari libur seperti Sabtu dan Minggu mencapai 1500 orang dengan omset mencapai Rp25 juta per bulan. Apalagi libur lebaran Idulfitri kali ini sampai menolak pengunjung karena penuhnya tempat.

"Karena pengunjung semakin meningkat rencanya ada penambahan lahan 2 hektar lagi untuk wahana kolam renang, resort, gedung pertemuan, dan camping ground," jelasnya. 

Bupati Batang Wihaji mengatakan Kabupaten Batang ada 1.000 hektar lebih hutan yang merupakan lahan milik PT. Perhutani dengan potensi panorama yang indah untuk dijadikan wisata untuk mendukung program Visit Batang Year 2022. 

"Oleh karenaya, untuk mendukung industri pariwisata Pemkab Batang sudah MoU dengan PT Perhutani untuk memanfaatkan hutan produksi yang dikelola oleh masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengatakan Pemkab terus mensupport bagi anak - anak muda maupun kelompok sadar wisata yang memiliki inovasi, kreativitasnya dalam mengembangkan potensi alam untuk dijadikan tempat wisata. 

"Forest kopi salah satu kuliner di Batang yang memiliki pesona alam yang menarik dengan berbagai wahana keindahan alamnya, tempatnya sangat romantis cocok untuk anak muda, keluarga dan anak - anak," terangnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial