Pemkab Batang Genjot Akses Infrastruktur Pendidikan, Ekonomi dan Wisata

Batang – Pemerintah Kabupaten Batang, terus menggenjot pembangunan jalan di sejumlah daerah yang berada di pelosok desa. Hal ini sesuai dengan janji kampenye Bupati  Batang Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono yakni jalan mulus irigasi terurus. 

Percepatan perbaikan jalan dilakukan untuk memperlancar akses pendidikan, kesehatan dan perekonomian, di samping itu sebagai akses wisata menuju Dieng dan wisata alam Batang seperti Curug Sirawe, Si Kembang, Fores Kopi dan lainnya. 

Setelah membangun jalan penghubung Batang-Dieng via Kecamatan Blado, kini Pemkab menyasar pembangunan jalan penghubung Batang-Dieng melalui Kecamatan Bawang. Adapun untuk pengerasan jalan, Pemkab menganggarkan dana sebesar Rp9,3 miliar.

Dijelaskan Endro Suryono, Kasi Pemeliharaan dan Pengawasan Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, pekerjaan yang sudah dilaksanakan dari Desa Bintoro Mulyo menuju Rejosari sejak 20 Mei lalu.

“Pemkab fokus untuk membangun akses pendidikan, perekonomian serta kesehatan melalui perbaikan jalan. Untuk tahap pertama, ada 2,8 kilometer yang kini progressnya sudah mencapai 7,2 persen,” tuturnya saat ditemui di kantor DPUPR Kabupaten Batang, Selasa (9/7/2019).

Ia menyampaikan adapun dalam pembangunan jalan tembus Dieng via Kecamatan Bawang, Pemkab menganggarkan Rp6,7 miliar lebih.

“Pembangunan kali ini merupakan pembangunan lanjutan di mana sebelumnya pembangunan jalan beton sudah dilakukan sepanjang 6,8 kilometer,” paparnya.

Ia menargetkan 20 November mendatang, jalan dengan lebar 5,5 meter, yang menggunakan beton kategori FS45 berstandar jalan nasional itu rampung dikerjakan.

“FS45 merupakan beton standar jalan nasional, dengan ketebalan 20 sentimeter. Pembangunan juga sudah kami koordinasikan bersama kementerian beberapa waktu lalu,” ujar Endro.

Selain jalan tersebut, lanjutnya, pengerasan jalan menuju SMPN 4 Bawang yang ada di Desa Rejosari juga akan dilakukan.

“Untuk akses pendidikan, jalan menuju SMPN 4 Bawang yang berada di perbatasan Batang-Banjarnegara juga akan dikerjakan. Kami anggarkan R 2,6 miliar untuk  pengerjaan jalan beton sepanjang 2,4 kilometer. Kemungkinan tahun ini bisa dikerjakan 1,5 kilometer, sisanya akan dikerjakan secara bertahap,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pembangunan di daerah perbatasan terkendala karena medan dan cuaca yang tidak menentu.

“Mobil pengangkut cor harus dikurangi kapasitasnya, yang biasanya mampu 7 kubik, menjadi 4,5 kubik. Hal ini dikarenakan kondisi medan penuh tanjakan,” tambahnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial