Flash Mob Tari Babalu Batang di Sarana CFD

Batang - Saat ini flash mob sedang banyak digandrungi generasi muda untuk mengekspresikan suatu gerak tarian secara massal dalam waktu bersamaan. Salah satunya adalah tarian tradisional Babalu khas Kabupaten Batang, yang ditarikan oleh kurang lebih 170 orang, terdiri dari penari Sanggar Putra Budaya, Ketua dan anggota Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang dan masyarakat pengunjung Car Free Day (CFD) di Jalan Diponegoro Kabupaten Batang, Minggu (14/7/2019).

Tarian Babalu merupakan tarian tradisional khas Kabupaten Batang yang sudah ada sejak zaman perjuangan, sebagai media informasi sekaligus menyusun strategi dalam melawan penjajah, yang juga dilengkapi dengan seni musik, nyanyian dan sandiwara agar mudah dimengerti masyarakat.

Ketua DKD Kabupaten Batang, Tri Bakdo mengutarakan, kegiatan ini untuk membumikan dan memassalkan tari Babalu, supaya makin dikenal oleh masyarakat luas. Flash mob tari Babalu ini sengaja digelar di Car Free Day, supaya diikuti oleh masyarakat umum.

“Tarian Babalu sudah banyak ditarikan mulai tingkat anak SD hingga mahasiswa, jadi buat pengunjung yang sudah mengetahuinya, pasti secara spontan akan ikut menari,” tuturnya.

Menurutnya, tari Babalu perlu terus dibumikan, agar generasi muda ikut melestarikan seni budaya peninggalan leluhur. Diharapkan generasi muda ikut aktif dalam memasyarakatkan tari tradisional, sehingga membuat anak-anak makin tertarik meneruskan budaya leluhur.

Sementara Ketua Sanggar Tari Putra Budaya, Suprayitno menerangkan, tarian dilaksanakan secara spontan dan mendadak. Kegiatan ini digelar di sarana publik Car Free Day, sebagai wujud apresiasi seni dan wahana hiburan bagi pengunjung, setelah berolahraga.

“Flash mob ini digelar, untuk mengingatkan kembali kepada msyarakat, bahwa Kabupaten Batang mempunyai tarian khas Babalu,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Batang Wihaji dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji yang secara spontan ikut berpartipasi menai Babalu bersama masyarakat umum. 

“Melihat keikutsertaan beliau berdua, para seniman menjadi semakin bersemangat, karena berkomitmen dan mendukung agar kesenian Jawa tetap lestari, khususnya tari Babalu,” terangnya.

Suprayitno mengimbau anak-anak sekolah terus menari tari Babalu, setiap kali ada event istimewa, agar Batang makin dikenal melalui kesenian tari khasnya. Pihaknya juga akan melanjutkan flash  mob tari Babalu di Hutan Kota Rajawali pada acara Pasar Minggon Jatinan yang juga menjadi pusat sarana publik untuk menikmati makanan tempo dulu.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji, mengungkapkan, kegiatan flash mob bermanfaat untuk membudayakan tarian tradisional khas Kabupaten Batang yaitu Babalu di sarana publik Car Free Day, merupakan hal positif, karena diikuti banyak orang.

“Sangat ramai dan menarik, ke depan supaya tari Babalu terus dipublikasikan secara massal dan spontan, masyarakat jadi makin cinta budaya Jawa,” tuturnya.

Salah satu pengunjung Car Free Day, Khotimah sangat terpukau dengan digelarnya tari Babalu yang ditarikan secara spontan. 

“Kabupaten Batang jadi makin dikenal masyarakat luar daerah, karena generasi mudanya mempunyai semangat untuk melestarikan budaya tradisional yaitu tari Babalu,” katanya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial