Kabupaten Batang Diproyeksikan Jadi Sentra Bawang Putih

Batang - Bupati Batang Wihaji bersama Ketua Tim Pembina Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Uni Kuslantasi Wihaji, memanen bawang putih bersama Kelompok Tani Banarsari di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (17/7/2019). 

Dalam kesempatan ini Bupati Batang menyampaikan, dengan keberhasilan masyarakat untuk menanam bawang putih, maka bisa turut andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang selama ini kebutuhannya selalu mengimpor dan diharapkan pula menjadi produsen bibit bawang putih.

“Memang ada sejarah tentang bawang putih, untuk mengulang sukses Kabupaten Batang diproyeksikan Kementerian Pertanian menjadi sentra bawang putih,” jelasnya.

Bawang putih sebagai alternatif petani, lanjutnya, selain menanam padi dengan hasil yang lebih, khususnya di dataran tinggi. Oleh karena itu, dengan banyak petani menanam otomatis dapat mengurangi impor.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Migayani Thamrin menjelaskan, untuk memulai menanam bawang putih tahun 2018 dengan luas 94 hektar dan tahun 2019 sekitar 300 hektar. 

“Kabupaten Batang memang menjadi pusat penyedia benih, yang kiranya tahun 2019 ditargetkan oleh Kementerian melalui pendanaan APBN ada sekitar 275 hektar dan yang dari kemitraan seluas 84 hektar dengan varietas lumbu ijo dan lumbu kuning,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, Kabupaten Batang memang dikhususkan untuk pembibitan, bukan untuk konsumsi dengan harga jual bawang basah untuk bibit 1Kg dijual dengan harga Rp10.000,00, sedang bawang putih kering satu bulan dijual dengan harga Rp35.000,00 serta bawang siap bibit dijual dengan harga Rp50.000,00.

“Oleh karena itu, diharapkan di tahun 2021 Indonesia bisa swasembada pangan bawang putih, karena sejak tahun 2017 dari Kementerian Pertanian terus mengembangkan kawasan dengan pemberian bibit secara gratis,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial