Pembangunan Konsep TOD di Batang Tunggu MoU Tri Partite

Batang - Gagasan Bupati Batang Wihaji dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang berlokasi di jalan tol Km 369, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, tunggu hasil Memorandum of Understanding (MoU) Tripartite. 

Konsep TOD tidak hanya sebagai rest area, tapi menggabungkan antara tempat istirahat, wisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terintegrasi menjadi kota baru. 

Konsep ini merupakan keseriusan Pemkab dalam memfasilitasi pelaku usaha terdampak jalan tol. Pasalnya ada  ratusan UMKM  yang berada di jalan pantura mengalami penurunan omset  yang sangat drastis. 

"Pemkab sudah melaksanakan MoU dengan PT Perkebunan Nusantara 9 selaku pemilik tanah, dalam waktu dekat pula kita undang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebagai langkah awal tindak lanjut untuk segara dieksekusi," kata Bupati Batang Wihaji usai audiensi dengan Direktut PT. PN 9 di Kantor Bupati Batang, Senin (12/8/2019). 

Ia juga menjelaskan bahwa TOD masih dalam konsep, karena masih menunggu perubahan RTRW, yang selanjutnya MoU dengan Tripartite. Setelah itu baru pelaksanaan pembangunannya.

"Pembangunan TOD tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan oleh investor maupun BUMN, dan juga bisa dilaksanakan oleh dua – duanya, namun harus sesuai regulasi," jelasnya.

Sementara, Direktur PT Perkebunan Nusantara Iryanto Hotagaol mengatakan, kerjasama Pemkab dengan PT.PN 9 sudah sesuai regulasi, kita tinggal melanjutkan rencana di lapangan untuk segeta eksekusi. 

"Lahan PT.PN yang digunakan seluas 157 hektar, dan melalui penjelasan Bupati kita segera mengeksekusi titik yang sudah disepakati, kita mulai dengan rest area," terangnya.

Ia juga berharap MoU Tripartite tahun ini bisa dilaksanakan, sehingga tahun depan sudah terwujud konsep TOD. 

"Saya harap MoU yang sudah kita sepakati, Pemkab Batang bisa mengeluarkan aturan yang mendukung rencana pengembanhan lahan untuk peningkatan simpul ekonomi baru bagi masyarakat terdampak jalan tol," pungkasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial