Mulai Hari Ini, Bupati Batang Resmi Hentikan Uji Coba SSA

Batang - Kebijakan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) yang selama ini diberlakukan di Batang menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat pengguna jalan. 

Masyarakat Batang menyatakan kebijakan ini belum pas diterapkan. Oleh karena itu, mulai besok Bupati Batang Wihaji memerintahkan Dinas Perhubungan untuk menghentikan uji coba SSA. 

"Kebijakan SSA adalah uji coba, yang semangatnya untuk menata kota dan membantu PKL Jl Veteran, Jl Ahmad Yani dan Jalan Diponegoro yang direlokasi di Jalan Ahmad Dahlan atau Pandawa Street Food," kata Bupati Batang Wihaji usai membuka Jambore Kwartir Ranting Kecamatan Banyuputih di lapangan Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (3/9/2019). 

Alasan inilah, lanjutnya, yang menjadi kebijakan SSA kita uji cobakan agar pedagang kaki lima ramai, namun setelah kita uji coba banyak masyarakat yang protes dengan kebijakan ini. 

"Uji coba SSA semangatnya menata kota dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan dan pedagang kaki lima, tapi dari hasil evaluasi berdasarkan masukan tokoh masyarakat dan kepolisian serta elemen masayarakat mulai pukul 00.00 WIIB, Rabu 4 September 2019 uji coba SSA dihentikan," terangnya.

Pencabutan SSA di Kota Batang yakni Ruas Jalan Diponegoro, Jalan A. Yani, jalan Brigjend Katamso, khusus pada ruas jalan Ahmad Dahlan mulai pukul 16.00-24.00 WIB ada pandawa street food, jadi lalu lintas dari ruas Jalan Gajahmada menuju Ruas Jalan Ahmad Dahlan masih tetap diberlakukan SSA. 

"Pencabutan SSA lebih pada mengedengarkan aspirasi masyarakat yang dinilai penerapan sistem satu arah belum pas, serta berdasarkan rekomendasi dari Satlantas Polres Batang yang kepadatan kendaraan dan kesibukan ruas jalan belum mengharuskan diberlakukannya SSA," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan SSA dimanapun merupakan kebijakan yang tidak populis, karena pasti ada pihak - pihak yang dirugikan, akan tetapi untuk jangka panjang dengan volume kendaraan yang mulai padat penerapan SSA bisa diterapkan. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis