139 Atlet Panjat Tebing Berlaga di Sirkuit Climbing Pantura II dan Climb Series 2

Batang - Sejunlah 139 atlet panjat tebing dari berbagai daerah di Jawa Tengah, berlaga di kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing Pantura II dan Jawa Tengah Climb series 2 di Hutan Kota Rajawali Kabupaten Batang, Sabtu (7/9/2019).

"Kejuaraan ini melanjutkan prestasi yang pernah dicapai oleh Kabupaten Batang, karena atlet kita termasuk jagoan yang mampu mengharumkan nama baik di level regional, nasional, maupun tingkat ASEAN," kata Bupati Batang Wihaji.

Momentum ini, lanjutnya, sebagai ajang pembinaan agar lahir atlet - atlet yang profesional, baik dari Batang maupun luar Batang yang nantinya bisa mewakili Jawa Tengah maupun Indonesia di kancah Internasional. 

"Saya mengapresiasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Batang dalam membina atletnya, dengan sekolah panjat tebing yang setiap Sabtu-Minggu berlatih keras lahir atlet berprestasi," ujarnya. 

Oleh karena itu, imbuhnya, kejuaraan atau kompetisi secara rutin harus terus digelar FPTI, dan harus ikut dalam kejuaraan di luar daerah. Karena dengan ikut kompetisi mental dan semangat juara mereka akan terbangun. 

Pengurus FPTI Provinsi Jawa Tengah Putut Husamadiman mengatakan, provinsi masih menyiapkan kualifikasi Pra PON dari tanggal 28 September 2019 sampai dengan 1 Oktober 2019 di Surabaya, sehingga masih fokus melaksanakan try out di pelatda Jawa Tengah 

"Atlet panjat tebing Batang di Jawa Tengah merupakan unggulan, ada empat atlet masuk dalam platda Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk Pra PON tahun 2020," ujarnya.

Dari empat tersebut lanjutnya, yakni, Kiromal Khotibin, Cipto Saputro, Ruri dan Waryani. Mereka akan main di kelas speed, lead, boulder, dan combine. Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Batang agar atlet Batang bisa berprestasi di setiap kompetisi.

Sementara, Ketua FPTI Kabupaten Batang dr. Bhekti Mastiadji menjelaskan, kejuaraan Sirkuit Panjat Tebing Pantura II dan Jateng Climb Series 2 merupakan bagian dari pembinaan untuk melatih mental dan fisik atlet agar bisa berprestasi, karena kalau hanya latihan saja tanpa mengikuti kompetisi mereka tidak akan terbentuk mental juara. 

"Dari 139 atlet saya meyakini ke depan salah satunya akan membawa nama baik Indonesia ke Internasioanl menjuarai panjat tebing," ujarnya. 

Kejuaraan panjat tebing diikuti oleh 14 Kabupaten di Jawa Tengah diikuti oleh kelompok umur 7 tahun sampai dengan 19 tahun, untuk kelas yang diperebutkan menjadi yang tercepat yakni Speed dan Lead. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis