BNNK Batang Berhasil Mengungkap Peredaran 6,3 Kg Ganja

Batang - BNNP Jawa Tengah bersama BNNK Batang menggelar konferensi pers terkait terungkapnya kasus pidana narkotika, dengan barang bukti enam paket ganja seberat 6,3 kg, yang berhasil diamankan dari tiga orang kurir yaitu SW (43) asal Mojosongo Boyolali, KH (32) asal Mudal Boyolali  dan PM (27) asal Salatiga di halaman Kantor BNNK Batang, Jumat (6/9/2019).

Kepala BNNK Batang, AKBP Windarto mengemukakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat kepada Satgas Pemberantasan Narkotika BNNP Jateng, bahwa akan ada pengiriman barang narkotika dari Jakarta menuju Jawa Tengah, melintasi wilayah Kabupaten Batang. Modus yang digunakan berupa truk angkutan barang.

“Setelah dilakukan penyelidikan di sepanjang jalan tol Tegal hingga Batang, sekitar pukul 06.50 WIB, di ruas tol Batang - Semarang Km 343 Kecamatan Warungasem, petugas mencurigai truk berwarna putih, yang dihentikan secara paksa dan didapati dua orang penumpang SW dan KH membawa tas hitam berisi enam paket berlakban coklat, diduga di dalamnya berisi narkotika jenis ganja seberat 6,3 kg,” paparnya.

Menurut AKBP Windarto, tim setelah dilakukan pengembangan, tim menangkap PM di Kota Salatiga, karena menerima paket ganja SW atas perintah AD. Tim  mengembangkan kasus dan mendapati fakta bahwa AD adalah terpidana kasus narkotika yang merupakan hasil ungkap kasus BNNP Jateng dengan barang buktiganja seberat 10 kg yang divonis hukuman 9 tahun penjara di Lapas Kelas IIB Brebes.

“Para tersangka diduga melakukan pelanggaran pasal 115 ayat 2, pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, sampai sejauh ini jaringan yang terlibat berasal dari Aceh, yang dikendalikan dari dalam lapas. 

Dalam konferensi pers itu, dihadiri pula oleh Wakil Bupati Batang Suyono yang mengucapkan terima kasih atas terungkapnya kasus pengiriman paket ganja di Jawa Tengah. 

“Semoga operasi ini dilakukan terus-menerus, tidak boleh berhenti karena bisa membuat jera para pengedar narkoba dan dampaknya akan mengubah generasi muda yang lebih baik, apabila bersih dari narkoba,” terangnya.

Wakil Bupati meyakini BNNK Batang selalu berperan aktif dan mampu mengikis habis bandar narkoba yang ada di Kabupaten Batang.

Sementara SW salah satu tersangka mengungkapkan, dirinya mendapat upah sebesar Rp1.500.000,00, saat membawa barang haram itu.

“Awalnya nggak tahu, kalau yang dibawa itu ganja. Setelah tahu paket yang dibawa itu ganja, sempat merasa bingung mau dibawa atau tidak,” tuturnya.

SW juga mengaku sempat memakai narkotika jenis sabu sebelum berangkat membawa paket itu.

“Kalau bawa paket ganja baru pertama kali, tapi kalau pakai sabu cuma waktu merasa capek banget,” tandasnya. 

Barang temuan lain yang dibawa tersangka berupa 14 kendaraan bermotor yang berada di bak truk. Saat ini kendaraan bermotor itu berada di BNNP Jawa Tengah, dan bagi masyarakat yang merasa kehilangan dapat mengambil disertai membawa bukti kepemilikan di kantor tersebut. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis