Rehabilitasi Dilakukan Sejak Gejala Awal

Batang - BNNK Batang melaksanakan sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi dengan mengundang seluruh kepala sekolah di Aula Hotel Dewi Ratih Kabupaten Batang, Jumat (6/9/2019).

Dengan adanya sosialisasi ini, Kepala BNNK Batang AKBP Windarto mengharapkan, timbul pemahaman kepada para kepala sekolah, bahwa tahapan rehabilitasi bukan ketika sudah parah baru direhabilitasi, namun dilakukan sejak gejala awal menggunakan. 

“Rehabilitasi ini juga dilakukan dalam rangka untuk pencegahan, jika ada anak yang cenderung ketergantungan,” tuturnya.

Sebagai langkah cepat, lanjutnya, BNNK Batang sudah beberapa kali melakukan deteksi dini, dengan cara sidak di lingkungan pendidikan.  

“Hal itu sudah kami lakukan sejak dua minggu kemarin, dan minggu depan akan kita lakukan kembali dengan bergabung bersama Disdikbud,” ungkapnya.

Menurutnya, jika sering dilakukan sidak sejak dini, anak-anak yang baru mulai merokok dan ada indikasi sudah mulai merokok, akan kita lakukan assesment. Segera direhabilitasi dan dipantau hingga pasca rehabilitasi.

“Para pendidik mari sama-sama, bahwa lembaga pendidikan itu merupakan tempat perkembangan anak, maka kita mencegah agar jangan sampai generasi muda pemerus bangsa, terjerumus dengan peredaran gelap narkotika,” pungkas AKBP Windarto.

Sementara menurut Wakil Bupati Batang Suyono, jika ingin sukses bebas dari bahaya narkoba, sebaiknya menjadikan semboyan Tahun 2015 Bebas Narkoba, sebagai motivasi berkelanjutan. Sehingga terkikis, bukan malah makin melebar dan menumpuk tentang penangkapan kasus-kasus peredaran narkoba. 

Maka sebagai orang tua harus meniliki inovasi dalam ilmu pengasuhan anak, sehingga bisa melakukan pencegahan dini terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Begitu pula dengan narkoba, semakin ke sini semakin memberi inovasi juga, tentang cara mengedarkan, cara pengiriman, agar barang haram itu sampai terjual bahkan terkonsumsi,” terangnya.

Mari kita semua mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada anak-anak kita, dari lingkungan keluarga hingga pendidikan, agar generasi penerus bangsa terbebas dari penyalahgunaan narkoba. (MC Batang, Jateng/Heri)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis