Wapres RI Jusuf Kalla, Hadiri Tasyakuran Sewindu Tazakka Batang

KUNJUNGI PONPES TAZAKKA - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (tiga kanan), melakukan kunjungan dalam Tasyakuran Sewindu dan Peresmian Gedung Indonesia Pondok Pesantren Modern Tazakka di Pondok Modern Tazakka, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jumat (6/9/2019).

Batang - Wakil Presiden Republik Indonesia H.M. Jusuf Kalla, menghadiri Tasyakuran dan Silaturahmi Peringatan Sewindu Pondok Pesantren Tazakka di Masjid Pondok Pesantren Tazakka Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, Jumat (6/9/2019).

Kehadiran Wapres JK di Tazakka menggunakan tiga helikopter super puma didampingi oleh Menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN-RB) Din Syafruddin, Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Wakil Kapolda Jawa Tengah, serta Kasdam IV/Diponegoro dan jajaran Forkompimda Batang.

Dalam sambutan selamat datangnya, KH. Anang Rikza Masyhadi mengatakan kesyukurannya atas kehadiran Wapres JK dan Menteri PAN-RB dan seluruh tamu undangan. Kehadiran Wapres dan rombongan ini akan menjadi sejarah yang sangat bernilai bagi Tazakka ke depan, dan bentuk dukungan yang maksimal untuk sebuah cita-cita peradaban masa depan, ujarnya. 

Kandidat Doktor dari Canal Suez University Mesir itu juga menegaskan bahwa Tazakka merupakan rumah besar bagi umat yang berdiri di atas dan untuk semua golongan.

"Tazakka ini pondok wakaf, maka akan diwariskan kepada umat Islam sepanjang masa dan menjadi tempat berkumpul orang-orang baik untuk bersinergi memajukan masyarakat" tegas Kiai Anang.

Tazakka, menurutnya, adalah lembaga pendidikan pesantren yang berorientasi pada masa depan. Peradaban masa depan yang akan kita bangun harus berkeunggulan, tetapi tidak boleh keluar dari nilai-nilai akhlakul karimah, di situlah peran pesantren.

"Maka, kesyukuran sewindu hari ini pun mengambil tema: Tazakka Meletakkan Dasar Peradaban Unggul, Menggapai Ridho Ilahi untuk Kejayaan Bangsa" tandasnya. 

Menteri PAN-RB sekaligus Penasehat Tazakka Din Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa Wapres JK ini adalah orang yang rajin berkunjung ke pesantren pesantren, ini akan menjadi amal kebaikan Wapres.

"Jika pendidikannya berkeunggulan, maka akan menghasilkan generasi yang kuat, karenanya pendidikan harus diperkuat, dan bahwa pesantren akan terus memproduksi manusia-manusia unggul" cetusnya. 

Din Syamsuddin sangat mengapresiasi sistem kaderisasi Tazakka yang cepat.

"Tazakka adalah lembaga pesantren yang tumbuh kembang cepat dan sudah benar on the track, jelas Prof. Din Syamsuddin.

ia mendoakan Wapres agar husnul khotimah dalam mengemban amanat sebagai wapres, pak JK merupakan tokoh pigur umat Islam dan nasional yang sangat dicintai masyarakat indonesia dan internasional.

Saat memberikan sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi Gontor yang melahirkan Tazakka, jaringan Gontor di Indonesia sangat luar biasa.

Menurutnya, Modern adalah sangat dinamis, modern adalah mengikuti bahkan mendahului zaman.

ia mengajak untuk tetap bersyukur, di Indonesia hidup damai, di Indoneaia pendidikan Islam maju, masjid sangat makmur, masyarakatnya sangat rukun, ini adalah keayukuran kita.

"Kesyukuran harus dengan kekuatan, lembaga lembaga pendidikan harus berada didalamnya", imbuhnya

ia menambahkan, bahwa Ilmu dan agama tidak dapat dipisahkan. Perkembangan teknologi sangat maju cepat luar biasa, maka lembaga pendidikan harus cepat tidak boleh tertinggal, bahkan mampu memanfaatkan tekhnologi itu dengan baik dan manfaat.

“Juru Perdamaian dan Konflik tersebut menekankan agar guru harus lebih mengetahui dunia modern dan perkembangan zaman, mengetahui dinamika dunia yang cepat berubah.” Lanjutnya.

Dalam statment disambutannya, ia menegaskan agar sistem pendidikan harus lebih baik, lebih terbuka, lebih dimanis, upaya yang sudah dijalankan Tazakka ini sangat membanggakan.

Di bagian akhir sambutannya, ia menjelaskan bahwa Islam adalah Ibadah Aqidah Muamalah, Islam sangat luar biasa, andai mata bersatu tidak berkonflik, maka dunia Islam akan menguasai dunia, kaya akan sumber daya alamnya.

Kita harus menjaga wasathiyyat, jalan tengah, saling memahami dan toleransi dan menghargai.

Selain pendidikan yang penting, dunia usaha juga sangat penting, Wapres menjelaskan bahwa Rosul adalah pengusaha sebelum masa kenabian.

Wapres mencontohkan usaha yang dikembangkan pak Djunaid sangat tepat, yang dengan usahanya itu  dapat membantu dan bermanfaat untuk umat.

"Islam di Indonesia lebih moderat dari negara lain, karena faktor masuknya Islam ke Indonesia dengan perantara saudagar, tutup Wapres dalam sambutannya.

Acara diakhiri dengan peresmian Gedung Indonesia 2, yang digunakan untuk asrama santri dan kantor organisasi siswa di Pondok Modern Tazakka. (MC Batang, Jateng/Roza)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis
Lihat Berita Foto dari Berita ini