Bupati Berikan Bantuan Kepada Zaenab Penyidap Kanker Kulit

Bupati Batang Wihaji (berbaju kuing) menyerahkan bantuan ke Zaenab
Bupati Batang Wihaji dan Wakilnya Suyono bersama Jajaran OPD sebelum melaksanakan tarawih ukhuwah di Masjid Al Ikhlas di desa Tegalsari kecamatan Kandeman. Waktu tersebut disempatkan Bupati dan Wakilnya untuk berkunjung ke rumah milik saudari Zaenab penderita kanker kulit dari dukuh Bleder desa Tegalsari kecamatan Kandeman Batang, Minggu (18/17).

Bupati Wihaji memberikan perhatian dan bantuan kepada saudari Zaenab serta memberikan suport atas penyakit yang sudah diderita olehnya. Penyakit Kanker kulit yang sudah menahun diderita oleh Zaenab tak kunjung sembuh, malah justru bertambah dan menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Benjolan seperti kutil dan ukurannya yang terbilang cukup besar itu diketahui pernah dua kali dia melakukan operasi. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi kediaman Zaenab mengatakan, "Kemarin kita mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang mengidap kelainan penyakit kulit. Untuk itu kita selaku kepala daerah ingin melihatnya dan ternyata memang memprihatinkan. Kondisi fisiknya dipenuhi benjolan dan itu sudah dari sejak kecil," katannya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji yang didampingi Wakilnya Suyono atas nama Pemkab memberikan bantuan kepada Zaenab. Kemudian tak hanya itu, Bupati juga menawarkan kepada zaenab untuk dilakukan tindakan operasi lagi agar benjolan benjolan di sekujur tubuhnya itu bisa diangkat.

"Ya tadi kita tawarkan ke beliau kalau berkenan kita akan memeriksakannya lagi walaupun menurut beliau sudah dua kali mencoba mengambil tindakan pengoperasian di rumah sakit Dr. Karyadi Semarang dan belum menemukan perubahan yang berarti," kata Wihaji.

Menurut dr. Hidayah Basbeth tadi selaku Kepala Dinkes kabupaten Batang lanjut Wihaji, penyakit yang diidap ibu Zaenab ini bukanlah penyakit menular. Namun yang menjadi masalah fenomena penyakit seperti itu berimbas pada sosial kemasayarakatan.

"Terkadang secara sosial dengan adanya fenomena ini masyarakat malah justru menyingkirkan dan malah mengasingkan, karena memang takut penyakit itu menular. Namun dapat dipastikan tadi oleh dr Hidayah Basbeth bahwa penyakit ini bukanlah penyakit yang menular". 

Maka saya mohon supaya jangan diasingkan dan disingkirkan. Tadi saya juga sempat bersalaman dengan beliau tidak apa-apa tandas Wihaji. (Iwan/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial