Bupati Batang Wihaji Tolak 5 Hari Sekolah

Bupati Batang Wihaji saat memberikan sambutan pada wisuda TPQ santri Badko TPQ kecamatan Batang
"Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Batang menolak untuk sekolah 5 hari, karena pendidikan bukan masalah pengajaran saja tapi juga anak membutuhkan interaksi dengan orang tua". Hal tersebut di sampaikan Bupati Batang Wihaji saat memberikan sambutan pada wisuda TPQ santri Badko TPQ kecamatan Batang, Minggu (16/7).

Dikatakannya, kita menolak hukan melawan pemerintah tetapi konsep pendidikan bukan masalah pengajaran saja, karena anak butuh interaksi dengan orang tua, belajar di Tamqn Pensidikan Quran dan menjadi Madin yang sangat penting bagi perkembangan karakter anak.

"Di dalam pendidikan bukan hanya pendidikan formal harus ada sesuatu yang lain yang ada hubunganya dengan prilaku, nilai, pendidikan agama, kalau kita hanya di cekoki pendidikan masalah formal saya tidak tahu kedepan bangsa Indonesia mau apa." Kata Bupati Batang.

Wihaji menyakini harus ada interaksi sosial selain guru di sekolahan, karen kalau sudah cape disekolahan interaksi dengan lingkungan dan orang tua tidak akan baik.

"Saya termasuk yang ragu penerapan lima hari sekolah, karena kami termasuk orang Pendidikan sehingga anak - anak juga butuh waktu untuk bermain, ngobrol dengan oarang tua dan saya kira 5 hari sekolah belum pas di terapkan." Kata Wihaji.

Disampaikan juga untuk penolakan 5 hari sekolah Pemerintah Kabupaten belum secara resmi karena belum melayangkan surat ke pemerintah pusat, tapi kita tela mendesposisikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar 6 hari sekolah. 

"Karena berdasarkan kajian kita lebih banyak madorhotnya dari pada manfaatnya." Jelas Wihaji.

Penolakan juga senada dengan Ketua BADKO ( Badan Koordinasi ) TPQ Jawa Tengah Ateng Chozani Miftah saat memberikan pengarahan pada wisuda TPQ di Batang, " Kami juga sudah mengirimkan surat kepada Kementrian Pendikikan, DPR, Gubernur Bupati Dan Wali Kota Se Jawa Tengah yang meminta pendidikan lima hari sekolah untuk tidak di laksanakan." katanaya.

Namun surat tersebut tidak di tanggapi dan tetap masih keluar Peraturan Menteri dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah, kami juga bersama elemen guru, TPQ, NU se jawa tengah telah berdialog dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah yang menyatakan secara tertulis untuk meminta untuk berupaya membatalkan Permendikbud No 23 Tahun 2017 agar Jawa Tengah Tidak terburu - buru mengaplikasikan program tersebut.

"Kami bersyukur Bupati Batang berada dan diarah sepemikiran yang sama dengan kita untuk tidak melaksanakan 5 hari sekolah." Katanya. (Edo/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial