Muhammadiyah dan NU Bersatu Batang Semakin Maju

KH. Anang Rikza Masyhadi memberi tausiah pada acara Halal Bi Halal di Wirosari, Sambong
NU dan Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia yang berjiwa Pancasila, selama keduanya bersatu, yakinlah bahwa Kabupaten Batang akan semakin maju dan Indonesia tetap jaya. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dengan ormas yang ingin mengganti NKRI, karena jumlah mereka tidak ada 10%. Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Tazakka, KH. Anang Rikza Masyhadi seusai memberi tausiah pada acara Halal Bi Halal, di Wirosari, Sambong, Kabupaten Batang, Minggu (16/7).

Ustad Anang sapaan akrab beliau, mengatakan sebagian besar ormas masih Pancasila, hanya sebagian kecil saja ormas yang ingin mengganti NKRI, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

“Masih ada NU dan Muhammadiyah yang berjiwa Pancasila, siap mempertahankan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menurutnya jumlah ormas yang anti Pancasila tidak banyak, tidak lebih dari 10%, jadi tidak perlu takut, mereka tidak mempunyai anggota, tokoh dan akar. Selama NU dan Muhammadiyah, para ulama dan masyarakat masih setia kepada Pancasila, tidak akan ada yang mampu menggoyahkan Indonesia . Selain itu pondok pesantren juga akan menjadi benteng terdepan untuk menjaga NKRI.

“Yang perlu dibangun adalah anak muda kita untuk menyongsong Generasi Emas di tahun 2045. Perlu dipersiapkan dengan baik, pemerintah harus berpikir, orangtua harus mendidik anak dengan baik, sekolah dan pondok pesantren, ulama serta masyarakat bersatu padu untuk Batang yang semakin maju dan Indonesia tetap jaya,” lanjutnya.

Ustad Anang menambahkan untuk pembangunan pondok pesantren putri sampai saat ini masih menunggu tanah wakaf. “Jika Allah berkehendak di Batang, akan segera dibangun di Batang,”pungkasnya. (Heri/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial