Ponpes Pilihan Utama Mendidik Anak

Bupati Batang Wihaji memberikan sambutan di Majlis Sema'an Al-Quran
Sekolah berbasis Pondok Pesanteren sekarang menjadi pilihan utama orang tua untuk menyekelohakan anaknya agar menjadi orang yang pintar dan berkarakter akhlakul kharimah.

Hal tersebut di sampaikan Bupati Wihaji dihadapan ribuan orang yang menghadiri Majlis Sema'an Al-Quran yang bertempat di SMK Ma'arif Nu Limpung Senin malam, 8/8.

“Zaman teknologi sekarang ini banyak orang kota menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis pondok pesantren, karena menilai paling tepat untuk menimba ilmu.” Ujar Bupati.

Pendidikan karakter yang berbasis agama sangatlah penting bagi kehidupan, karena nantinya akan berpengaruh sekalai terhadap perilaku keseharian seseorang nantinya, ponpes dengan disiplin ilmu agama akan merubah kabupaten Batang menjadi yang berdaya saing yang di landasi nilai-nilai agama Islam.

“Sekarang Ponpes tidak saja dimengajarkan ilmu agama, tapi juga mengajarkan ilmu akuntansi, ilmu perbengkelan dan ilmu pertanian, sehingga alumni ponpes bisa bersaing dengan sekolah umumlainya.” Katanya.

Ia juga berharap dengan berdirinya PLTU di kabupaten Batang maka Batang akan memasuki industrialisasi, karena akan banyak perusahaan besar yang berinvestasi di sini, untuk itu manfaat peluang ini dengan baik siapkan generasi muda yang energik berdaya saing dengan SDM yang mumpuni.

“Kami harap SMK Maarif NU Limpung yang berbasis ponpes mampu mencetak siswanya yang berdaya saing.” Pinta Bupati.

Disampaikan juga oleh Bupati, Majlis Sema'an Al-Quran yang menghadirkan KH. Agus Sabuth Panoto Projo dari Kediri Jawa Timur dan KH. Baqoh Arifin dari Magelang Magelang Jawa Tengah untuk di jadikan sebagai orientasi bagi siswa baru.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan program dihadapan pengajian Majelis Sama’an Alquran, yang salah satunya programny yang akan di laksankan di bulan Oktober dengan memberikan santunan kematian bagi masyarakat miskin yang nilainya Rp. 1 juta. (Edo/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial