PGRI Tetap Perjuangkan Tenaga WB

Saat Jajaran Pengurus PGRI Kabupaten Batang Audiensi dengan Bupati Batang
Tenaga kependidikan saat ini mulai dirasa berkurang karena banyak para guru yang mulai purna tugas. Demikian pula di Kabupaten Batang, tenaga kependidikan banyak yang mulai purna tugas apalagi tahun 2018 dan tahun 2019 ratusan guru akan masuk massa pemsiun hal ini dikarena mereka ( red. Guru) diangkat saat Inpres sehingga memasuki masa pensiun, mereka massal pensiunnya.

Sedangkan untuk rasio pengajar sudah tidak seimbang dan tenaga Wiyata Bhakti ( red. WB ) jumlahnya separuh dari guru PNS yang masih aktif hal ini yang membuat keprihatinan di dunia pendidikan di Kabupaten Batang, demikian keluh kesah PGRI Kabupaten Batang yang disampaikan oleh Wahyusin selaku Ketua PGRI Kabupaten Batang saat beraudiensi dengan Bupati Batang di Meeting Room selasa 10 Okt. 2017 kemarin.

Bahwa saat ini pihak PGRI pun melakukan terobosan terobosan untuk memperjuangkan nasib para tenaga Wiyata Bhakti untuk bisa diangkat apalagi banyak yang sudah mengabdi sejak lama setidaknya status mereka bisa diakui oleh Pemda syukur syukur keberadaan mereka bisa di buatkan Surat Keputusan Bupati walaupun nantinya tidak membebani anggaran Pemda, ujar Wahyusin.

Kehadiran kami ( red. PGRI) untuk bertemu/ audiensi dengan Bupati dalam rangka memperingati hari Guru dan hari PGRI Tingkat Kabupaten Batang. Kami melaporkan kepada Bupati tentang kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mendukung peringatan dua hari jadi tersebut ( Hari Guru dan PGRI ) ke 72 tahun 2017 ini. Ada beberapa kegiatan antara lain : Lomba seni budaya, olah raga, seminar, upacara, pemberian penghargaan kepada guru guru yang berprestasi serta kirab Budaya yang tahun ini untuk yang pertama kali diadakan.

Disamping HUT Guru dan PGRI kami juga menyampaikan keadaan pendidikan di Kabupaten Batang bai tenaga kependidikannya maupun para Guru Wiyata Bhakti serta pemerataan guru pengajar.

Bupati Batang H. Wihaji sangat berterima kasih kepada PGRI yang telah melaporkan kesiapannya melaksanakan kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka HUT Guru dan PGRI.

Wihaji berpesan dalam melaksnakan kegiatan yang akan dilaksanakan baik Kirab Budaya maupun pentas seni hendakny harus dimunculkan khasanah Budaya lokal sehingga budaya lokal tetap bisa tampil eksis dan tidak terpinggirkan. Untuk kirab budaya ini, Bupati mengharap untuk bisa dilaksanakan setiap tahun dan nanti akan dimasukkan dalam kalender pariwisata Kabupaten Batang.

Untuk kekurangan tenaga pengajar Bupati Batang H. Wihaji berjanji akan ikut memperjuangkan dan sudah diusulkan ke Menpan untuk penambahan tenaga ASN terutama tenaga Pendidikan, tentang usulan tenaga wiyata bhakti untuk di-SK-kan pada prinsipnya setuju asal tidak membebani anggaran Pemerintah Daerah.

Sudah saya usulkan namun karena beban yang terlalu besar maka belum bisa muncul dianggaran tahun ini, dan untuk SK nanti bagi wiyata bhakti bisa digunakan untuk sertifikasi maupun yang lain tentunya Sk ini nantinya bisa menjadikan keberadaan tenaga WB benar benar ada dan dibutuhkan sesuai dengan keahliannya.

Saya mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan PGRI Batang dan saatnya nanti pada puncak acara Bupati siap menyumbang 3 paralayang ketika Upacara HUT Guru dan PGRI yang dipusatkan di Kecamatan Bawang dan terimakasih juga kepada Pengurus PGRI Kabupaten Batang yang tetap eksis memperjuangkan para tenaga Wiyata Bhakti semoga berjuangkan kalian membuahkan hasil, ujar Wihaji. (Dion/Humas/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial