Wabup beri motivasi guru untuk meningkatkan IPM Kabupaten Batang

Wakil Bupati Suyono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Bawang. Sekolah yang dikunjungi Suyono antara lain SMP N 1 Bawang SMP N 3 Bawang dan SMA 1,Bawang (13/11)

Kunjungan wabup kesekolah sekolah ini didampingi oleh Kepala Kabag Humas Batang Triosi J, Kepala UPTD Kecamatan Bawang Mujiono, Camat Bawang Yarsono, Sekertaris Dinas Darsono.

Wabup Suyono menyampaikan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Batang dinilai terlalu rendah Batang menduduki nomer 5 dari bawah. Guru harus bekerja extra dalam hal mendidik dan mengawasi anak didiknya. Guru juga haru melakukan kreasi dan inovasi dalam penyampaian ilmu kepada anak didik untuk mempermudah penyerapan ilmu.

"Lewat penyerapan ilmu yang baik inilah anak akan lebih mudah belajar dan mengimplementasikan ilmu yang diberi oleh guru. Pembelajaran tidak hanya melulu dengan buku perlu sistem pembelajaran tanpa buku untuk menunjang ketrampilan sehinga ada penyeimbang antara otak kanan dangan otak kiri. Hal ini yang kelak mampu meningkatkan IPM Kabupaten Batang untuk lebih baik lagi".

Perkembangan dunia yang modern seperti sekarang ini anak lebih susah untuk dikendalikan oleh orang tua maupun oleh guru. Menjadi tugas kita bersama untuk ikut memberikan pengarahan yang positif guna bekal kemajuan generasi bangsa, Ujar Suyono

Dikatakan, tantangan anak anak diera sekarang sangatlah besar anak harus benar - benar pandai dalam memilih teman bermain. Selain godaan kenakalan remaja, narkoba, minuman keras juga ada bahaya yang sangat dekat dengan kita yaitu bahaya penggunaan gedjed.

"Anak anak harus lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi terutama dalam pengunakan gedjed dalam keseharian. Bukalah hal hal yang positif yang mampu menambah kecerdasan dan menambah wawasan, hindari membuka hal hal yang positif yang tidak sepatutnya ditonton oleh anak" himbau suyono

Dalam kurun waktu terakhir ini remaja menjadi sasaran kejahatan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak generasi bangsa. Dijalanan kelak anak akan di cegad dan diberikan obat obatan terlarang atau pil secara cuma cuma yang nantinya akan memberikan efek kecanduan untuk membelinya".tambahnya. (Anto/Humas/McBatang)
Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial